Home » Gresik » Kejaksaan Gresik Tetapkan Tersangka Korupsi Tanah
Master tukang, tutorial pertukangan

Kejaksaan Gresik Tetapkan Tersangka Korupsi Tanah

Kejaksaan Gresik Tetapkan Tersangka Korupsi Tanah. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menetapkan satu orang tersangka terkait dugaan korupsi jual beli tanah kas desa (TKD) di Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang. Penetapan tersangka dilakukan penyidik kejaksaan Gresik akhir pekan lalu. Kepala Kejari (Kajari) Gresik Bambang Utoyo menjelaskan, dari hasil penyelidikan, pihaknya menemukan bukti awal untuk menaikkan statusnya menjadi penyidikan. Sehingga ada tersangka yang tersangkut kasus TKD Kedungpring. Hanya, kejaksaan enggan menyebutkan nama tersangka.

Alasannya, nama itu masih disimpannya, karena untuk kepentingan data yang lebih lengkap lagi. “Kami tidak ingin, gara-gara namanya itu saya sebutkan terlebih dahulu, terus saya kehilangan data lainnya yang masih saya butuhkan,”jelasnya. Bambang mengungkapkan, tersangka itu adalah seorang perempuan. Mantan Kajari Maros ini menyatakan, pihaknya masih menuntaskan pemeriksaan terhadap seperjumlah saksi. Sebab, ada keterangan beberapa orang saksi yang saling bertolak belakang.

Sebab, dalam kasus itu Kejaksaan Gresik telah memanggil 3 orang saksi, yang diduga juga terlibat dalam kasus itu. “Jadi misalnya, yang satu orang saksi mengatakan ia menyerahkan uang jual beli tanah itu bersama 2 orang lainnya di kantor balai desa, tapi yang lain memungkirinya. Untuk itu, kalau seperti ini rasanya kami memang harus melakukan pendalaman lagi,” ujarnya.

Baca:  Dua Pejabat Smelting Terseret Kasus Husnul Khuluq

Sebelumnya, Kejaksaan Gresik juga telah memanggil mantan Kabag Hukum Pemkab Gresik Ars terkait kasus jual beli tanah itu, pada awal Oktober yang lalu. Kasus itu mencuat setelah pihak Kejari menemukan adanya kejanggalan dalam kasus jual beli tanah itu. Hal itu bermula ketika pada tahun 2006 yang lalu, terjadi tukar guling tanah kas desa (TKD) di Desa Kedungpring Kecamatan Balongpanggang seluas 1,8 hektar. Oleh Pemkab Gresik, tanah itu dibeli oleh Pemkab Gresik seharga Rp 151 juta.

Namun, dalam laporan yang diterima oleh Kejaksaan Gresik, Pemkab Gresik melaporkan telah membeli tanah itu seharga Rp 650 juta. Oleh karena itulah, hingga saat ini Kejaksaan Gresik masih terus berupaya untuk mendalami kasus jual beli tanah itu. Rencananya, Pemkab Gresik membeli tanah itu sebagai tanah pengganti untuk membangun pasar hewan terbesar tingkat nasional yang ada di sekitar tempat itu. (jan/ris/Rdar Gresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *