Home » Gresik » Kesehatan Gresik » Aneh, Bupati Tidak Tahu Kepala Puskesmas Gresik Pelesir Massal
Master tukang, tutorial pertukangan

Aneh, Bupati Tidak Tahu Kepala Puskesmas Gresik Pelesir Massal

Aneh, Bupati Tidak Tahu Kepala Puskesmas Gresik Pelesir Massal. Pelesir massal kepala puskesmas kabupaten Gresik yang menyita perhatian legislatif dan publik ternyata diklaim belum  ijin ke Bupati. Jika benar sampai Bupati Gresik Sambari Halim Radianto belum mengetahui, berarti ada mekanisme koordinasi dari kepala Dinas yang bermasalah.

Sambari sendiri mengetahui jika kegiatan tersebut merupakan agenda Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik. “Itu merupakan undangan IDI. Jadi bukan kegiatan dari Pemkab Gresik. Jadi saya tidak tahu ada apa rombongan pergi ke Bangkok. Pasalnya, agenda itu di luar kegiatan kedinasan di lingkungan Pemkab,” tegas Sambari saat dikonfirmasi, kemarin.

Padahal menurut berita yang beredar , Kepala Puskesmas Gresik menggunakan upah pungut (UP) maupun sisa anggaran makan dan minum (mamim) di Puskesmas dan Dinas Kesehatan. “Tidak ada agenda khusus ke Bangkok. Setiap tahun sudah rutin kepala Puskesmas untuk pergi di akhir tahun. Seperti tahun lalu, pergi ke Bali. Lalu, tahun sebelumnya rombongan ke Bandung,”ungkap salah satu kepala puskesmas yang tidak bersedia disebutkan namanya, kamis (6/120).

Baca:  Dinkes Gresik Anti Pasien Miskin

Sambari menuturkan selama kegiatan puskesmas Gresik tidak terganggu, dia tidak mempermasalahkan kepergian mereka. “Yang terpenting mereka tidak meninggalkan tugasnya untuk mengurusi masyarakat kecil,” ujarnya.

Sambari mengaku, sejak kemarin dirinya sudah melakukan inspeksi ke beberapa puskesmas dan rumah sakit. ”Dan tidak ada masalah kok. Semua masih berlangsung normal,” sahutnya.

Saat ditanyakan kegiatan pastinya, Sambari mengaku tidak begitu tahu. ”Cuma, setahu saya. Informasinya ada kegiatan studi banding. Tapi, untuk
kepastiannya saya tidak tahu. Sebab, itu di luar kewenangan saya,” pungkasnya.

Ketua Komisi D Chumaidi Maun memastikan segera mengklarifikasi keberangkatan para kepala puskesmas ke Thailand itu. Hanya saja, mereka memilih menunggu kedatangan para rombongan.

Baca:  Bayi Berkepala Dua Lahir di RSUD Ibnu Sina Gresik

”Secara prinsip, kami tidak mempermasalahkan agenda itu selama ada manfaatnya. Cuma, jika itu ternyata hanya pelesiran, ini yang patut dipertanyakan,” katanya.

Jika agenda itu murni pelesiran jelang akhir tahun, hal itu sangat tidak wajar. Mengingat, agenda ini melibatkan banyak kepala Puskesmas yang notabene pimpinan di sebuah tempat pelayanan publik vital. ”Jadi, nanti setelah pulang, kami pasti segera klarifikasi,” tutupnya.

Padahal beberapa waktu lalu ada pengakuan menarik justru dijlentrehkan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Gresik, Santoso. Menurut anggota dewan dari F-HGB itu, Dinkes Gresik melalui salah satu oknum di Komisi D pernah melontarkan tawaran untuk bersama-sama rombongan kepala Puskesmas plesir akhir tahun ke luar negeri tersebut.

Baca:  Ini yang Harus Dilakukan Jika Wajah Tersiram Air Keras

Bahkan, anggota keluarga Komisi D dipersilahkan turut serta dalam plesir ke luar negeri tersebut. Termasuk, seluruh biaya dan akomodasi akan ditanggung sepenuhnya oleh Dinkes Gresik.

“Tapi, (oknum yang disuruh Dinkes Gresik) tidak menjelaskan Negara tujuannya. Dalam rapat internal Komisi D, tawaran itu ditolak oleh mayoritas anggota,”urainya.

Dikatakan Santoso, bahwa, Dinkes Gresik mengajak Komisi D supaya plesir bersama kepala Puskesmas tidak menjadi polemic serta bulan-bulan media massa. Sebab, Komisi D sangat kritis terhadap mitra kerjanya.  “Kita dilibatkan supaya kepergiannya tidak menjadi sorotan dewan dan polemik di masyarakat apabila terendus wartawan,”tandasnya tentang pelesiran kepala Puskesmas Gresik. (radargresik/gresiksatu, edtr:adit)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *