Home » Gresik » Pencemaran Minyak di Gresik Sudah Membahayakan Ekosistem
Master tukang, tutorial pertukangan

Pencemaran Minyak di Gresik Sudah Membahayakan Ekosistem

Pencemaran Minyak di Gresik Sudah Membahayakan Ekosistem. Dampak Pencemaran Minyak di Gresik yang tumpah di Perairan Ujung Pangkah mulai mengganggu ekosistem biota laut. Ribuan ekor rajungan atau kepiting laut dan ikan muara di sekitar lokasi off shore PT Hess Indonesia Pangkah (HEI) diketahui mati. Para nelayan menemukan biota laut itu mengapung di pantai Pangkah.

Kendati sudah ada temuan biota laut yang mati diduga akibat keracunan zat polutan minyak mentah, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik belum melakukan tindakan. Upaya untuk melakukan pemeriksaan terhalang, karena seluruh perahu nelayan di Pangkah Wetan disewa oleh manajemen HEI. Nelayan Pangkah melaporkan minyak tumpah diketahui sejak Jum’at (26/10) lalu.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Kecamatan Ujung Pangkah. Camat Ujung Pangkah, Suyono kepada wartawan tidak menampik laporan itu. Suyono lantas melaporkan temuan warga ke BLH Gresik untuk ditindaklanjuti. “Temuan itu sudah kami sampaikan ke Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik, Tugas Husni Syarwanto sebelum rapat dengan dewan di Gedung DPRD Gresik, Kamis pagi,” kata Suyono.

Baca:  Kemaksiatan di Gresik, Ulama dan Kyai Temui Bupati

Imbas dari Pencemaran Minyak di Gresik tersebut, sambung Suyono, hasil tangkapan nelayan lebih banyak karena banyak ikan yang mabuk terkena minyak mentah. “Kita sudah ke lokasi mengambil sampelnya bersama polisi,” ujarnya sambil menyerahkan sampel minyak mentah yang dibungkus palstik kepada Tugas Husni Syarwanto.

Camat Ujung Pangkah, berangkat ke lokasi dan meyakini kalau tumpahan minyak mentah tersebut dari Hess Indonesia Pangkah. Sebab, pihak Hess sudah cepat melokalisir. “Ada pesawat milik HESS di Jakarta yang memantau kebocoran itu,” ujarnya. Ditambahkan, berdasarkan hasil pantauannya dilapangan, ditemukan ubur-ubur yang mati akibat minyak mentah yang mencemari perairan di Ujungpangkah tersebut. “Ada 2 produksi di Hess yakni Minyak dan Gas. Dan kita menemukan ubur-ubur banyak yang mati dilokasi tumpahnya minyak tersebut,” sahutnya.

Baca:  Penyempitan dan Pendangkalan Kali Lamong, Gresik Selatan Akan Terus Langganan Banjir

Tumpahan minyak itu, sambung Suyono, berbentuk gumpalan hitam padat kecil-kecil merata di sepanjang area itu. Kalau tidak segera diatasi maka pendapatan nelayan mencari ikan akan menurun drastis. “Warga sudah mau demo, tapi kita cegah untuk memastikan dulu,”imbuhnya. Kepala Badan Lingkungan Hidup, Tugas Husni Syarwanto mengatakan, bahwa pihaknya telah memerintahkan tim yang berangkat ke Ujung Pangkah untuk mengambil sampel sebagai bahan untuk uji laboratorium. “Ternyata tim dari BLH Kabupaten Gresik pulang dengan tangan hampa. Mereka tidak berhasil ke Laut Jawa untuk mendapatkan sample air laut dengan minyak karena tidak ada kapal yang berada disana,” katanya.

Ditambahkan, timnya sudah berusaha melobi para nelayan yang disana untuk mengantarkan. “Tapi tidak ada. Kita juga memakluminya mungkin karena siang hari para nelayan tidak ada yang menepi semuanya kelaut,” ujarnya berandai-andai. Tugas juga menegaskan menemukan beberapa ikan mati akibat Pencemaran Minyak di Gresik yang terjadi di pesisir utara wilayah setempat, atau tepatnya di Perairan Ujungpangkah. “Temuan ikan mati itu berasal dari penduduk dan pak Camat Ujung Pangkah juga membawa contoh air serta ikan mati yang sebelumnya melaporkan kepada kami tentang banyaknya ikan mati akibat pencemaran yang diduga berasal dari tumpahan minyak eksplorasi milik Hess,” tambahnya.

Baca:  Perampokan Disertai Pembunuhan Terjadi di GKB Gresik

Tugas mengaku belum bisa memastikan darimana asal Pencemaran Minyak di Gresik itu, namun berdasarkan laporan awal dugaan pencemaran minyak di Pesisir Utara Kabupaten Gresik berasal dari eksplorasi milik HESS. “Kita belum memastikan, namun laporan awal menyebutkan demikian. Dan kini BLH sedang melakukan uji laboratorium terhadap contoh tumpahan minyak yang didapat dari warga dan camat,” katanya. Namun apabila terbukti hal itu sebagai pencemaran dan membahayakan lingkungan, maka BLH Gresik akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindak pelaku pencemaran.(san/ris/Radar Gresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *