Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Dispendik Gresik Ijinkan Pungli di SMAN 1 Kebomas
Master tukang, tutorial pertukangan

Dispendik Gresik Ijinkan Pungli di SMAN 1 Kebomas

pungli sman 1 kebomas gresikJanji Dinas Pendidikan ( Dispendik  Gresik ) memberi sanksi kepada sekolah yang memungut pungli tidak terbukti. Sebaliknya Dispendik Gresik terkesan merestui pungutan ulang tahun di SMAN 1 Kebomas. Kadispendik Kabupaten Gresik Nadlif mengatakan, pihaknya belum memanggil Kepala Sekolah SMAN 1 Kebomas Ghofur terkait pungutan tersebut.

Nadlif mengaku telah bertemu dengan salah seorang guru yang ada di SMAN 1 Kebomas, serta mendapatkan penjelasan dari guru tersebut. Dari pertemuan non formal itu Nadlif menilai, jika pungutan itu bukanlah sekolah yang memiliki inisiatif namun pengurus OSIS. “Nah, itu kalau menurut yang saya dengar, itu juga mau digunakan para siswa sebagai ajang pengekspresian budaya seni,”kilahnya.

Nadlif juga tidak berani menjawab secara tegas apakah dirinya akan meminta pihak sekolah untuk mengembalikan uang pungutan itu ataukah tidak. Alasannya, Nadlif menganggap hal itu akan menghambat kreatifitas para murid. “Karena kalau uangnya dikembalikan, nanti mereka malah tidak bisa mengadakan kegiatan itu,” kelitnya. “Jadinya saya nanti yang malah dituding meng halang-halangi kreatifitas para murid,”sambungnya.

Baca:  Hasil NUN SMP Gresik 2016, SMPN 1 Dominasi 10 Besar

Sementara itu, Ketua Komisi D Chumaidi Maun juga menyatakan jika pihaknya akan memanggil Ghofur pada Senin (24/9) kemarin. Namun, ketika Radar Gresik berusaha menghubunginya via hp, yang bersangkutan masih belum berkenan mengangkatnya. Sebelumnya, kasus tersebut mencuat setelah munculnya keluhan dari salah satu orang tua murid yang anaknya sekolah di SMAN 1 Kebomas.

Ia merasa keberatan karena di sekolah dirinya dipungut uang sebesar Rp 150 ribu per siswa. Uang itu rencananya oleh pihak sekolah digunakan untuk biaya ulang tahun sekolah. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga memungut para siswa untuk uang zakat maal, sebesar Rp 250 ribu per siswa, yang rencananya akan digunakan untuk membangun masjid sekolah.

Baca:  SDN Indro di Gresik Minta Uang Gedung Rp 900 Ribu

Apa yang disampaikan oleh kepala dispendik Gresik ini sangat kontraproduktif dengan upaya menciptakan pendidikan yang murah dan berkualitas. Ketidaktegasan Nadlif kepala Dispendik Gresik ini tentu membuat banyak pihak mulai apriori dengan ketidaktegasannya selaku pemegang kebijakan tertinggi di wilayah pendiidikan Gresik, akankah pendidikan gresik menjadi lebih berkualitas dan bebas pungli? (jan/ris/radargresik/jpnn/ed:gresik.co)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *