Home » Gresik » Politik Gresik » DPRD Gresik Minta Dinkes Gresik Awasi Obat Bersubsidi
Master tukang, tutorial pertukangan

DPRD Gresik Minta Dinkes Gresik Awasi Obat Bersubsidi

DPRD Gresik Minta Dinkes Gresik Awasi Obat Bersubsidi. Komisi D DPRD Gresik meminta Dinas Kesehatan mengawasi secara ketat jalur distribusi obat-obatan bersubsidi di Gresik. Mereka mencurigai adanya obat-obatan yang disubsidi oleh APBD Gresik itu diperjualbelikan. “Ada temuan jika bebarapa dokter praktek dan bidan memberikan obat yang sama persis dengan obat bersubsidi daerah,” kata Ketua Komisi D Chumaidi Maun kemarin.

Dikatakan politisi PKB ini, temuan ini hendaknya ditindaklanjuti dan kewajiban dinas kesehatan untuk melakukan klarifikasi. Jika tidak Dinkes Gresik bisa diklaim melakukan pembiaran adanya kebocoran yang merugikan keuangan negara.

Indikasi yang menguatkan kecurigaan adanya kebocoran distribusi obat, diantaranya ada sejumlah dokter yang membuka praktek di rumahnya melayani pasien dengan obatobat bersubsidi. Disebutkan, kecurigaan itu termasuk bidan di Polindes yang semestinya hanya melayani pasien ibu hamil dan persalinan, tapi mereka juga melayani pasien umum dirumahnya.

Baca:  Beranikah Sambari Memecat Direksi PDAM Gresik?

Celaknya, obat-obatan subsisi dari pemerintah yang diberikan ke pasien. “Jelas tindakan itu, tidak boleh. Pendapatannya juga masuk kantong pribadi,” tandasnya. Anggaran yang dialokasikan dalam APBD Gresik Tahun 2012 untuk pengadaan obatobatan saja mencapai
sebesar Rp 18,8 miliar.

Angka ini setelah ada tambahan pada perubahan APBD 2012. “Pada pembahasan APBD Gresik Tahun 2012, disetujui alokasi sebesar Rp 14,2 miliar. Lalu, pada P-APBD 2012, Dinkes minta tambahan lagi sebesar Rp 4,8 miliar. Jadi, totalnya mencapai sebesar Rp 18,8 miliar,” ujar Chumadi Ma’un.

Selain itu, hasil tindak lanjut yang dilakukan penelusuran oleh DPRD Gresik Komisi D juga menemukan adanya pungutan liar (pungli) dalam pelayanan kesehatan dasar di puskesmas, diluar restribusi resmi. Modus yang digunakan yakni pasien baru harus membeli kartu status pasien yang digunakan untuk kunjungan berikutnya ke puskesmas tersebut.(rtn/ris/RadarGresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *