Home » Gresik » Politik Gresik » DPRD Gresik Salahkan Sambari Terkait Tunjangan Perumahan
Master tukang, tutorial pertukangan

DPRD Gresik Salahkan Sambari Terkait Tunjangan Perumahan

demo dprd gresikPimpinan DPRD Gresik menegaskan, naik tidaknya tunjangan kenaikan perumahan tergantung Bupati Gresik. Sebab, mereka menerima kenaikan tunjangan sesuai kesepakatan yang tertuang dalam Perda APBD 2012. Sehingga, jika mereka menerima kenaikan itu karena Pemkab Gresik yang membayarkan. “Kami telah menerima kenaikan tunjangan sejak Januari hingga Juli. Kemudian Agustus dibatalkan karena muncul polemik kemarin.

Kami menerima kenaikan karena ada Perda yang mengaturnya. Sehingga jangan memaksa kami untuk menandatangani kesepakatan penolakan  tunjangan,” kata Susianto, Wakil Ketua DPRD Gresik saat menerima pengunjukrasa di ruang pimpinan dewan. Di hadapan perwakilan demonstran dari PMII, DKR, Masyarakat Peduli Rakyat (MPR) dan Gresik Sumpek, Wakil Ketua DPRD Gresik lainnya, Ahmad Nurhamim menegaska naik tidaknya tunjangan tergantung bupati.

Menurutnya, secara prinsip DPRD Gresik menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Pemkab Gresik. “Terserah bupati naik atau tidaknya tunjangan perumahan bagi kami,” katanya dihadapan pendemo. Nurhamim mengungkapkan, akan tetap mengawal keinginan masyarakat Gresik untuk memberikan pandangan saat rapat paripurna. Namun hal itu sudah masuk ranah pemerintah daerah. “Naik atau tidak terserah pemda. Sebab harus ada cantolan hukum apapun yang dilakukan oleh DPRD,” ujar politisi yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Gresik ini.

Baca:  Jazilul Fawaid Mundur, Qosim Segera Didapuk Jadi Ketua DPC PKB Gresik

Hanya saja jawaban dari kedua pimpinan dewan tidak memuaskan pengunjukrasa. Mereka tetap mendesak DPRD Gresik membatalkan kenaikan serta mengembalikan kenaikan tunjangan Januari-Agustus yang terlanjur dibayarkan. “Kami tidak minta mengawal tapi harus dicabut dan batalkan agar eksekutif tidak mengeluh tentang kerja DPRD yang selama ini memoroti anggaran saja,” teriaknya.

Tidak hanya berteriak, salahsatu pengunjukrasa bahkan menaiki meja rapat pimpinan dan berorasi. Aksi itu tidak berlangsung lama, karena berhasil diredam oleh petugas kepolisian yang mengamankan lokasi. Di luar gedung, massa pengunjukrasa yang tidak puas melakukan aksi lempar telur busuk. Ratusan telur busuk dilemparkan dari pagar gedung dewan ke halaman rumah wakil rakyat.

Baca:  Persoalan Pasar Sidomoro Gresik karena Lemahnya Instansi

Tak pelak pecahan telur busuk menebarkan aroma busuk di sekitar halaman. “Masih mending bau telur busuk setelah dicuci hilang, namun perilaku wakil rakyat yang busuk akan membekas di hati rakyat,” sindir Al Bustomi, Korlap Aksi. Bustomy menambahkan, bahwa pelemparan telur busuk merupakan simbol kejengkelan terhadap dewan yang anti terhadap masyarakat Gresik. “Kami melempar telur busuk bukti bahwa tanda hati nurani DPRD Gresik sudah busuk,” tegasnya.(san/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *