Home » Gresik » Politik Gresik » Dua PNS Gresik Dipecat Karena Tersandung Pidana
Master tukang, tutorial pertukangan

Dua PNS Gresik Dipecat Karena Tersandung Pidana

Dua PNS Gresik Dipecat Karena Tersandung Pidana. Upaya mendisiplinkan anggota PNS Gresik terus dilakukan. Beberapa anggota PNS Gresik yang terbukti melakukan tindak pidana sudah mulai dibersihkan. Dua Pegawai Negeri Sipil Pemkab Gresik, Susiatin dan Mustofa diberhentikan dengan tidak hormat. Susiatin staf dinas kesehatan diberhentikan lantaran melakukan pemalsuan tanda tangan.

Sedangkan Mustofa, staf kecamatan Kedamean menjadi tersangka kasus penipuan. “Pemberhentian itu efektif sejak Oktober lalu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Gresik (BKD) Saputro, Senin (12/11).

Menurut Saputro, Susiatin diberhentikan karena telah memberikan keterangan palsu diakte otentik keterangan cerai mantan suaminya Irsyadul Alim. Dalam persidangan di PN Gresik, Susiatin divonis satu tahun penjara. Istri Asisten I Bambang Sugati ini dinilai telah melanggar pasal
266 ayat (1) KUHP.

Baca:  Banyak PNS Gresik Keluyuran di Warkop saat Jam Kerja, BKD Gresik Akan Bertindak

Awalnya yang dilakukan Susianti sebagai upaya untuk melengkapi persyarakatan mengajukan kredit Rp 200 juta di Bank Danamon Duduk Sampeyan. Sedangkan untuk kasus kasus Mustofa, Saputro mengaku lupa jalan cerita kasusnya. “Yang jelas, ia dipecat karena terlibat dalam kasus penipuan,” katanya.

Selain, kedua pegawai itu kata Saputro, masih terdapat dua pejabat lain yang juga terancam dipecat. Mereka adalah Sofyan, mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tambak, Bawean yang terlibat dalam kasus reklamasi Lapangan Terbang (Lapter) Perintis diBaweandanSyaifuddinZuhri, mantan Lurah Sidokumpul yang terlibat dalam kasus tukar guling TKD (Tanah Kas Desa ) saat menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Suci, Manyar.

Terkait dengan PNS Gresik lain yang tersandung kasus seperti Drs Dharmawan, mantan Kakansatpol PP Gresik yang terlibat dalam kasus perselingkuhan, dianggap sudah final. Sebab, yang bersangkutan sudah dicopot dari jabatannya dan dihukum tanpa jabatan selama setahun.

Meski istri pertamanya terus menuntut Dharmawan minta agar dipecat dari PNS Gresik, namun permintaan itu sulit untuk dikabulkan. “Bahkan, jika masa hukumannya habis, Dharmawan kembali akan diploting kembali untuk menduduki kursi eselon III. Ya minimal nanti menjadi Sekcam,” tegas Saputro. (san/ris/radargresik/jpnn)

Baca:  Konflik DPC PKB Gresik Berakhir Kompromi

Suarakan Pendapatmu

comments

2 comments

  1. tegas sekali……sippp

  2. gresik harus bersih……sikat habis pegawai yang kotor….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *