Home » Gresik » Politik Gresik » Gedung DPRD Gresik di Segel, Rapat Pindah ke Hotel
Master tukang, tutorial pertukangan

Gedung DPRD Gresik di Segel, Rapat Pindah ke Hotel

dprd gresik disegelGedung DPRD Gresik di Segel, Rapat Pindah ke Hotel. Polemik tunjangan perumahan anggota DPRD Gresik makin menarik. Bupati Sambari Halim Radianto dikabarkan menunda menandatangani Perbup tentang Tunjangan Perumahan Dewan. Pada saat yang sama seluruh anggota DPRD ‘ngungsi’ ke Hotek Singgasana Surabaya, alasannya gedung DPRD Gresik disegel oleh demonstran.

Kabar penundaan ini membuat legislator Kota Pudak naik pitam. Pimpinan beserta sekretariat DPRD Gresik meluruk Kantor Bupati dan meninggalkan gedung DPRD Gresik. Mereka mendesak agar bupati segera mengeluarkan perbup sebagai payung hukum pencairan tunjangan perumahan sebesar Rp 10,5 juta. “Jawaban bupati meminta waktu untuk mempertimbangkan konsekuensi setelah perbub itu dikeluarkan,” kata salah satu sumber dilingkungan DPRD Gresik.

Dikatakannya, bupati meminta pertimbangan konsekuensi kalau perbup baru di teken. Salah satu masukan adalah tanggungjawab ada dipundak eksekutif kalau perbup ditandatangani. Sebab, produk hukum berupa peraturan bupati. “Akhirnya, bupati masih berpikir lagi untuk teken perbup yang baru.”lanjutnya.

Baca:  BK DPRD Gresik Tak Mampu Beri Sanksi Anggotanya

Sikap bupati ini memang menyulut kejengkelan dari sebagaian pimpinan dewan. Apa yang ditunjukkan bupati, tak ubahkan sikap untuk  menggantung peraturan. “Kita jadi bulan-bulanan media massa maupun masyarakat dari situasi ketidakpastian ini Eksekutif harus bersikap tegas. Jangan digantung begini,”ujar Wakil Ketua DPRD Gresik, Susiyanto.

Dikatakannya sudah delapan bulan, tetapi eksekutif belum meneken perbup baru dan mengundangkan dalam lembar daerah. Tapi kenyatannya sekarang persoalan ini dipolitisasi. “Saat ini dewan yang disorot, padahal kinerja pemda banyak yang harus dibenahi,”urainya. Sementara itu, puluhan mahasiswa dibawah bendera Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik maupun berbagai Lembaga Swadaya  Masyarakat (LSM) tetap kekeuh melakukan penolakan kenaikan tunjangan perumahan anggota dewan dengan meyegel gedung DPRD Gresik

Baca:  Lagi, DPRD Gresik Ribut Gara-Gara Kopyah

Selain mendirikan tenda keprihatinan di depan gedung gedung DPRD Gresik, mereka melakukan aksi dengan mengumpulkan koin peduli tunjangan perumahan  anggota dewan. Dengan membawa kardus, mereka menyodorkan kepada para penguna jalan yang melintas. “Kami tidak akan membubarkan diri hingga tuntutanya di penuhi, apapun resikonya hingga tuntukan kami di penuhi. Kembalikan pada posisi semula yaitu sebesar 7 juta,” kata Koordinator aksi, Al Bustomy.

Aksi mereka pun memanas setelah dilakukan penyegelan pintu masuk Gedung DPRD Gresik. Akibatnya, rapat perubahan APBD “direlokasi” ke Hotel Singgasana di Surabaya. Bukankah ini menambah beban APBD, karena biaya rapat masal di hotel berbintang tidak kecil.(rtn/san/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *