Home » Gresik » Politik Gresik » Komunitas di Gresik Konsisten Melawan
Master tukang, tutorial pertukangan

Komunitas di Gresik Konsisten Melawan

komunitas gresikKomunitas di Gresik Konsisten Melawan. Rencana kenaikan tunjangan perumahan DPRD Gresik menuai banyak protes. Sejumlah elemen mahasiswa, LSM, hingga berbagai komunitas di Gresik merasa gerah sikap semau gue anggota legislator. Untuk melawan kebijakan itu, mereka mendirikan tenda dan posko keprihatinan di depan gedung dewan di Jl Wakhid Hasyim.

Mereka sengaja mendirikan tenda sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak patut dan mencederai rasa keadilan di masyarakat. Di tenda ini pula mereka merancang strategi unjukrasa mulai dari sekedar berorasi, pelemparan tomat busuk ke gedung dewan, hingga menginjakinjak mobil dinas Bupati Sambari Halim Radianto.

Albustomy, Korlap Aksi menyebutkan, posko itu dirikan oleh elemen PMII, PMR, Gresik Sumpek, Pudak, Forkot serta berbagai komunitas di Gresik. Tenda berukuran 2 x 3 meter didirikan sejak Senin (3/9). Tenda posko itu mereka gunakan untuk melakukan koordinasi, menyusun langkah-langkah gerakan terkait penolakan. Selain itu, posko itu juga mereka gunakan sebagai tempat untuk mengumpulkan koin.

Baca:  Warga Tlogopojok & Petrokimia Bermediasi

Rencananya koin-koin itu akan mereka sumbangkan untuk para anggota DPRD Kabupaten Gresik, yang selalu merasa kekurangan. Aktivis lainnya, itu Budi mengatakan, posko itu rencananya akan terus berdiri hingga para anggota dewan membatalkan keputusan yang mereka anggap sangat merugikan rakyat itu.

Budi yang juga merupakan perwakilan dari komunitas Gresik Sumpek ini menegaskan, selama ini sudah banyak suara yang masuk dari anggota Gresik Sumpek, yang merasa gerah dengan tindakan para anggota dewan itu. “Makanya itu, kalau kami tidak ikut memberikan dukungan  kawan-kawan yang lain, maka bisa-bisa kami juga dianggap mengkhianati hati nurani kami sendiri,” tandas Budi.

Bagas Argasena, dari Gresik Sumpek mengaku sejak tenda didirikan dirinya tidak pulang. Itu artinya selama lima hari dia tidur dan beraktifitas di dalam tenda. Dia rela melakukan semuanya sebagaiu bentuk keprihatinan terhadap sikap ngotot anggota dewan yang meminta kenaikan tunjangan perumahan.

“Tidak masalah, jika kami harus rela makan sedikit untuk berbagi dengan kawan-kawan lain di posko ini, yang penting tetap tolak kebijakan itu,”tukas Bagas. Hal senada disampaikan Hasanudin Farid, dari Forkot. Dia berharap, dengan didirikannya posko itu, para anggota dewan tersebut menjadi sadar. “Kami ingin menunjukkan, jika kami saja yang rakyat kecil siap makan apa saja, kok mereka malah mau hidup enak-enakan?”tegas Farid. (*/ris/Januar Sagita/Radargresik/JPNN)

Baca:  DPRD Gresik Ribut Gara-gara Panggilan "Yang Mulia"

Kata Pencarian:

gresik sumpek (8)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *