Home » Gresik » Politik Gresik » KPUD Gresik Tidak Transparan
Master tukang, tutorial pertukangan

KPUD Gresik Tidak Transparan

KPUD Gresik Tidak Transparan. Panwaslu Gresik menganggap KPUD Gresik tidak transparan. Hal itu diungkapkan oleh ketua Panwaslu Gresik, Hariyanto. Sebab, KPUD Gresik dianggap menghambat kinerja Panwaslu Gresik, karena tidak mau menyerahkan salinan SK kepengurusan 14 Partai Politik di kabupaten Gresik.

“Ada apa dengan KPUD Gresik. Kita minta salinan SK Kepengurusan parpol tapi tak diberi. Padahal, itu sebagai dasar kepentingan pengawasan. Kenapa KPUD tidak transparan,”ujar Ketua Panwaslu Gresik, Hariyanto seperti dilansir media online Gresiksatu.

Hariyanto menambahkan, alasan tidak diserahkannya SK sebab KPUD Gresik beranggapan tidak ada kewajiban untuk menyerahkan salinan tersebut dengan acuan pada Peraturan KPU No. 14 dan Peraturan KPU No 12 tahun 2012.

Baca:  Sumbangan Kampanye Pilkada Gresik 2015 Dibatasi

“Hal ini (KPUD Gresik) tidak sesuai dengan semangat transparansi dan akuntabilitas kinerja badan pelayanan public sesuai dengan amanat UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik,”tukasnya.

Meskipun KPUD Gresik sudah memberikan data sementara kepada Panwaslu Gresik, namun dalam bentuk laporan rekapitulasi hasil vertual kepengurusan dan keanggotaan parpol dalam bentuk berita acara hasil verifikasi faktual kepengurusan dan keanggotaan.

Panwaslu Gresik sendiri meminta data itu mengacu dari Peraturan KPU 12 tahun 2012, berkaitan dengan salinan SK dan surat pernyataan parpol yang tidak mencukupi kuota 30 persen perempuan.

KPUD berdalih surat dari Panwaslu Gresik akan dikirimkan dulu ke KPU pusat dan menunggu persetujuan dari KPU pusat untuk ditindak lanjuti oleh KPU Kabupaten.

Baca:  7 Kades Bacaleg DPRD Gresik Belum Serahkan Surat Mundur

“Seharusnya, KPUD Gresik kooperatif dan koordinatif dengan menyediakan data yang dapat diakses langsung oleh Panwaslu. Sehingga, kita bisa melakukan tindakan pencegahan pelanggaran administrative yang sangat berpotensi dilakukan oleh KPU maupun Parpol. Kenyataanya harus menunggu persetujuan dari KPU pusat,”tandasnya.

“Hasil temuan kita sementara, dari 14 kantor ada satu parpol yang kantornya tidak layak digunakan karena digunakan sebagai aktifitas lain yakni PKBIB. Sebab digunakan sebagai tempat tinggal pengurus parpol,”terangnya.

Ketika Panwaslu Gresik roadshow ke beberapa kantor parpol hanya ditemui full timer. Mereka tidak seluruhnya dapat menunjukkan SK kepengurusan parpol asli.

bahkan ada yang menunjukkan rekap pengurus dalam format exel di komputer dan salinan dalam bentuk scan. Ada juga yang kebetulan ditemui ketua partainya, langsung ditunjukkan SK asli.

Baca:  PNS Gresik Mancing Bersama Saat Jam Kerja

Dalam beberapa kali kesempatan, Panwaslu Gresik tidak mampu meminta salinan dokumen berkaitan dengan status hukum kantor parpol. Sebab, full timer tak dapat menunjukkannya.

Beberapa petugas parpol yang berjaga di kantor ketika di temui Panwaslu Gresik mengaku salinan SK sudah diserahkan ke KPUD Gresik.(gresiksatu/ editor:anshori)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *