Home » Gresik » Politik Gresik » Pemkab Gresik Takut Bongkar Reklame Bodong
Master tukang, tutorial pertukangan

Pemkab Gresik Takut Bongkar Reklame Bodong

Pemkab Gresik Takut Bongkar Reklame Bodong. Kendati ada perintah untuk dihentikan dan dibongkar konstruksi reklame bando di Jl Kapten Dulasim, namun tidak satupun pejabat berwenang di Pemkab Gresik yang berani melaksanakannya. Ada kesan, gara-gara pemilik reklame merupakan keluarga dekat petinggi Pemkab Gresik, mereka takut bertindak.

Hingga Rabu sore, konstruksi reklame bando yang melintang di Jl Kapten Dulasim, di depan Hypermart dan restoran cepat saji, McDonalds masih tetap berdiri. Jika selama iniu terlihat ada pekerjaan pengelasan, sejak kemarin hal itu suidah tidak terlihat lagi. Diduga pemilik reklame hanya menghentikan sementara proses pembangunan kontruksi.

“Kami mendapat informasi, kalau bando itu dibekingi orang dekat penguasa,”ujar Ketua F-PD, Suberi kemarin. Menurut anggota Komisi A ini, tidak mungkin pengusaha berani mendirikan konstruksi reklame bando tanpa ada beking orang dekat penguasa. Sebab, pengusaha sendiri tidak mau rugi dengan terlanjur mengeluarkan biaya yang besar tetapi bermasalah di kemudian hari.

Baca:  Sambari Kalah Gugatan, Tarso Sugito Kembali Menjabat Kadisbudpora

Ketua Fraksi PKB, Moch Syafi AM menilai, sikap penakut yang ditunjukkan pejabat di lingkungan Satpol PP, Badan Perizinan, dan Kecamatan Kebomas tidak berdasar. Meski yang memiliki reklame keluarga petinggi, namun sepanjang hal itu melanggar aturan harusnya
ditindak. “Kan sudah ada perintah untuk dihentikan oleh Badan Perizinan dan Penanaman Modal. Kemudian perintah ini hendaknya dijabarkan dengan melakuan action di lapangan oleh Satpol PP. Minimal Satpol PP menegur dan membongkar jika diperlukan,” kata Syafi AM.

Informasi yang beredar, tim reklame Pemkab Gresik memberikan berbagai catatan penting terkait keberadaan konstruksi reklame bando tersebut. Yakni, posisi konstruksi harus digeser sejauh 75 meter dari tempatnya berdiri saat ini. “Terlalu dekat dengan perempatan jalan sehingga bando harus digeser ke belakang sekitar 75 meter. Kirakira lokasinya harus di depan Pasar Sidomoro,”ujar sumber yang namanya tak mau disebutkan dengan nada serius.

Baca:  Cagub Jatim kampanye di Warung Kopi Gresik

Letak konstruksi reklame bando pada sisi kiri sangat rentan konsleting listrik. Sebab, besi menempel pada kabel listrik bertegangan tinggi. Jika terkena angin rawan terjadi gesekan kabel dengan besi. Praktis rentan terjadi konselting karena kabel terbakar. Secara terpisah, Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPM) Gresik, Ir Agus Mualif kepada mengakui kalau bando tersebut bodong alias belum
mengantongi izin. Bahkan, pihaknya tidak memproses izin konstruksi bando tersebut. Selain itu, letak bando reklame tidak tepat dan wajib dibongkar. “Harusnya, letak reklame bando minimal 75 meter dari perempatan jalan,” pungkasnya.(rtn/ris/radargresik/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *