Home » Gresik » Politik Gresik » Sidang Paripurna Ranperda DPRD Gresik Deadlock
Master tukang, tutorial pertukangan

Sidang Paripurna Ranperda DPRD Gresik Deadlock

dprd gresik bolos
foto:Radar Gresik

DPRD Gresik – Sidang paripurna DPRD Gresik terkait pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) melalui hak inisiatif berlangsung alot. Salahsatunya terkait Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) tahap II tahun 2012.

“Jangan terkesan kita guyonan. Harus segera diambil sikap yang jelas. Kita pending atau menyetujui. Kita disini untuk menyepakati urgensi Ranperda yang menjadi usul prakasa,” kecam Ketua F-PKNU, Syaiful Kirom dengan
nada jengkel.

Kekesalan anggota Komisi D tersebut berawal bermunculan pendapat anggota dewan yang mengkritisi Ranperda usulan dari Komisi C tersebut. Sehingga, mayoritas pendapat anggota dewan menghendaki agar Ranperda
tersebut di pending.

Sekretaris Komisi C, Asro’in Widiyana berusaha menjelaskan, bahwa, pihaknya berharap nantinya Perda tentang pencegahan dan penanggulangan
kebakaran untuk memperkuat ketika berdirinya dinas atau badan yang mengurusi kebakaran. “Memang, sebagian sudah ada dalam persyaratan ketika mengajukan IMB. Tapi, hasil kunjungan kita ke beberapa daerah, sudah ada dinas ataupun badan. Nantinya, ada dinas kebarandi Gresik yang tugasnya terbagi di 3 wilayah yakni utara, tengah dan utara,” terangnya.

Baca:  Demo Penolakan Stadion Gunung Lengis Lempari Kantor Dinas PU Gresik

Jawaban dari Asro’in membuat suasana memanas. Dukungan untuk mempending Ranperda tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran. “Kalau arahnya untuk menjadi dinas, harusnya dibuatkan dulu perangkat organisasinya. Jangan-jangan kalau sudah jadi perda, tidak ada pelaksananya,”tukas Ketua F-PG, Suparno Diantoro.

Kecaman juga dilontarkan Musyafa’ dari F-PD. Menurutnya, Kabupaten Gresik belum perlu adanya SKPD khusus kebakaran. “Sidoarjo saja tidak dinas di pemadam kebakaran. Apalagi Gresik yang hanya kota kecil,” selorohnya.

Mendapat serangan bertubitubi dari rekannya, Ketua Komisi C Edi Santoso akhirnya angkat bicara. Dia menyalahkan Badan Legislasi (Banleg) DPRD Gresilk. Alasannya, draft usul prakarsa seharusnya sudah matang sehingga
tidak terjadi polemik lagi. “Seharusnya sudah matang (konsep Ranperda) sehingga tidak seperti ini,”keluhnya.

Baca:  DPRD Gresik Curigai Sambari Sembunyikan Nota R-APBD

Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim menjelaskan sesuai aturan memang mekanismenya di tawarkan dalam paripurna internal dewan. Kendati terjadi
pertentangan, akhirnya anggota dewan sepakat menjadikan 5 Ranperda untuk dibahas bersama eksekutif menjadi perda yakni tata cara pengangkatan, pemberhentian dan pencalonan kepala desa. (san/ris/Radar Gresik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *