Home » Gresik » Ekonomi Gresik » SPBI Gresik Tuntut Kejelasan Nasib Buruh Outsourching
Master tukang, tutorial pertukangan

SPBI Gresik Tuntut Kejelasan Nasib Buruh Outsourching

SPBI Gresik Tuntut Kejelasan Nasib Buruh Outsourching. Ratusan buruh dari elemen Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) Gresik menuntut kejelasan nasib pekerja outsourcing. SPBI Gresik mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik segera menyelesaikan persoalan buruh, khususnya nasib pekerja. Tuntutan itu disampaikan para buruh saat menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Disnaker Gresik, Rabu siang.

Dalam orasinya, Agus Budiyono, Koordinator Aksi SPBI Gresik menegaskan, ada tiga tuntutan yang disampaikan buruh. Pertama meminta penjelasan tentang penyebab pasti kebakaran PT Panalux Multi Top. “Kami bertanya-tanya, apakah kebakaran itu sungguh-sungguh kecelakaan murni, atau rekayasa supaya buruh dapat diberhentikan dengan seenaknya,”tukasnya.

Tuntutan lain SPBI Gresik menuntut persoalan pekerja outsorching di PT Petrokimia Gresik (PG) segera diselesaikan. Pasalnya, Disnaker pernah berjanji untuk menurunkan tim pengawas, yang akan terjun langsung di PG. “Mereka itu dulu katanya mau investigasi, apakah karyawan outsorching itu memang boleh diterjunkan langsung di bagian produksi atau tidak,” tandasnya. “Tapi, hingga sekarang masih belum ada jawaban sama sekali dari Disnaker,” sambungnya.

Baca:  Petrokimia Gresik Bayar PBB Mencapai Rp. 4,8 Miliar

Tuntuntan terakhir, tentang nasib para karyawan PT Aston yang hingga kini belum memiliki kepastian apakah dipecat atau dirumahkan. Hingga kini mereka tidak mendapatkan gaji sama sekali pasca di rumahkan tersebut. Dalam aksi itu, sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi yang menjaga demonstrasi dengan massa demonstran. Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama, sebab beberapa saat kemudian, para demonstran dipersilahkan masuk untuk untuk mengadakan pertemuan dengan pihak Disnaker.

Sayangnya, menurut Agus, hingga sore hari pertemuan itu masih belum membuah hasil. Terjadi deadlock antara kedua belah pihak. Sementara itu, Kadisnaker Kabupaten Gresik Edi Purwanto hingga saat ini masih belum memberikan konfirmasi apapun. (jan/ris/Radar Gresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *