Home » Gresik » Watak Boros DPRD Gresik Semakin Tidak Terkontrol
Master tukang, tutorial pertukangan

Watak Boros DPRD Gresik Semakin Tidak Terkontrol

Karakter anggota DPRD Gresik ternyata semakin tidak mewakili kehendak masyarakat Gresik. Prilaku serakah, gaya hidup mewah, dan kepekaan terhadap penderitaan rakyat semakin merajalela. Eksekutif pun terlihat semakin memanjakan perilaku DPRD Gresik dengan berbagai fasilitas dan kenyamanan yang justru mencederai hati rakyat.

Menurut berita Radar Gresik 29 Mei 2012, Perilaku anggota DPRD Gresik menghabiskan anggaran rakyat semakin tidak terkontrol. Setelah melakuan kunjungan kerja ke sejumlah kota di Indonesia selama 2 pekan, kini mereka meminta fasilitas lagi. Berdalih untuk rapat finalisasi 10 rancangan peraturan daerah (Raperda), 50 anggota dewan meminta rapat di hotel Equator, Surabaya.

Sumber di DPRD Gresik menyebutkan, untuk rapat finalisasi di hotel bintang empat di Jl Pakis Tirtosari ini, dana Rp 200 juta dari APBD Gresik 2012 bakal terkuras. Rinciannya, untuk paket penginapan berupa akomodasi, konsumsi, honor dan tunjangan representatif selama 3 hari 2 malam membahas aturan. Anggaran tersebut masuk dalam total dana pembahasan legsliasi sebesar Rp 2,1 miliar. Mereka menyewa 26 kamar tipe Deluxe untuk anggota dan suite serta 1 kamar diberikan kepada eksekutif.

Baca:  Pimpro Kapal DKPP Gresik Tersangka Korupsi

Mereka menggunakan 2 ruang meeting room untuk pembahasan finalisasi raperda. Seluruh anggota dewan, 46 anggota dan 4 pimpinan berada di hotel Equator sejak Minggu siang. Rencananya mereka membahas raperda hingga Selasa (29/5) sore. Ketua Komisi D DPRD Gresik, Chumaidi Maun saat dikonfirmasi membenarkan ada rapat finalisasi raperda di Hotel Equator. Dia mengaku tidak tahu mengapa rapat dilakukan di hotel bintang empat bukan di gedung DPRD Gresik.

“Semua persiapan dan agendanya yang menyusun kan sekretariat dewan. jadi tanyakan saja kepada Sekretaris DPRD Gresik,” kata Chumaidi Maun. Sekretaris DPRD Gresik, Bambang Wibisono saat dikonfirmasi enggan menjelaskan secara detail kegiatan itu. Sementara itu Humas DPRD Gresik, Sutarmo membenarkan, rapat pembahasan digelar di hotel Equator. Dipilihnya hotel berbintang empat di Surabaya, karena kegiatan tersebut sudah dianggarkan dan masuk dalam RKA 2012. “Jadi tidak ada masalah, sebab anggarannya sudah dijadwalkan sebelumnya dan tidak ada yang salah. Artinya semuanya sesuai mekanisme penganggaran,” jawab Sutarmo.

Baca:  Persoalan Pasar Sidomoro Gresik karena Lemahnya Instansi

Hasanudin Farid, Koordinator bidang Hukum dan Pemerintahan LSM Forkot menilai, tindakan para legislator merupakan bentuk pemborosan anggaran. Perilaku pemborosan anggaran semakin menggila saat melakukan pembahasan 10 raperda. Itu artinya 1 raperda membutuhkan biaya pembahasan Rp 200 juta.

Dijelaskan, rapat pembahasan finalisasi sebenarnya bisa dilakukan di gedung DPRD Gresik. Selain bisa menekan biaya, pembahasan di dalam gedung dewan bisa fokus pada kegiatan serta bisa dipantau oleh masyarakat. “Kami melihat esensi kegiatan di hotel sangat jauh dari kesan
efisien dan manfaat. Apa bedanya gedung dewan yang megah dilengkapi fasilitas hotel berbintang dengan hotel itu sendiri,” kata Hasanudin Farid.

Farid menegaskan, bukan sebuah alasan membahas APBD lebih tenang di hotel. Pernyataan itu justru menunjukkan sikap legislator yang lebih mengutamakan kemewahan dan kesenangan. Kalau ingin tenang di gedung megah DPRD itu sendiri diri bisa tenang untuk bekerja, dan dibangun gedung DPRD itu sedemikian megahnya untuk ketenangan anggota DPRD bekerja. “Kalau di gedung mewah di DPRD tidak tenang bekerja, kan
terasa mubazir dibangun gedung DPRD itu megah megah kalau mau rapat harus ke hotel bintang di luar kota,” kritik aktifis LSM Forkot ini.

Baca:  Data E-KTP 2 Ribu Warga Manyar Hilang

Jika watak buruk anggaota DPRD ini tidak segera di evaluasi, sistem pemilu yang ada ini akan semakin membuat rakyat frustasi. Sebab keterwakilannya justru disalahgunakan untuk bersenang-senang di atas penderitaan rakyat. Maka jangan heran jika kemudian para anggota dewan berkoar-koar mengajak rakyat untuk sadar pemilu dan direspon dengan membengkaknya angka Golput.(san/ris) referensi data dan berita dari Radar Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *