Uncategorized

Guru Jawa Timur yang Tidak Lulus UKA Wajib Diklat

kualitas guru jatimSekitar 3.200 orang guru Jawa Timur atau sekitar 7 persen dari total 45.862 guru, tak lulus dalam Uji Kompetensi Awal (UKA), yang dilaksanakan Februari lalu. Mereka ini harus mengikuti diklat UKA Jatim. “Yang wajib ikut diklat, adalah mereka yang tidak lulus UKA,” terang Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Salamun, Minggu (16/9).

Menurut Salamun, ribuan guru yang tak lulus ini, adalah mereka yang mendapatkan nilai UKA di bawah 30. Dan sebenarnya ada 70 persen, yang tidak lulus dalam UKA, jika harus sesuai dengan passing grade awal, yakni 60. Untuk mengurangi presentase ketidaklulusan itu, pihaknya dan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, red) menurunkannya menjadi 30 saja.

Baca:  Plugin Backup Wordpress Penting untuk Backup Data Blog

Mereka yang tak lulus UKA ini, kata Salamun, sejak Kamis, (13/9) lalu, wajib mengikuti diklat UKA. Untuk provinsi Jawa Timur, diklat dilaksanakan di tiga tempat, yakni di kantor LPMP Jawa Timur, P4TK ITS, dan P4TK BOE. “Peserta yang diklat di LPMP sendiri jumlahnya 1.110 guru,” terang Salamun. Mereka ini, akan menjalani diklat UKA ini selama 10 hari.

Yang menjadi fokus LPMP, kata Salamun adalah pembinaan di bidang akademik dan profesionalisme. Sebab, pengetahuan mereka terhadap materi pengajaran, dan etika mereka sebagai guru yang profesional, dianggap masih lemah. ”Yang menjadi fokus diklat ini adalah pembinaan akademik dan keprofesionalan. Karena dua hal inilah yang menjadi tolak ukur kualitas guru di Indonesia,” tukas Salamun.

Baca:  Hasil Uji kompetensi Guru Jawa Timur Memprihatinkan

Pria asal Boyolali Jawa Timur ini memaparkan, setelah menjalani diklat selama 10 hari, ribuan guru tersebut juga wajib mengikuti ujian kompetensi lagi. Bagi yang dinyatakan lulus ujian, mereka berhak masuk dalam kuota PLPG (Pendidikan dan Latihan profesi Guru) pada 2013 mendatang. ”Sementara bagi mereka yang tak lulus, harus kembali mengikuti UKA pada tahun 2013. Kami tidak memiliki target apa-apa. Tapi, saya berharap semua bisa lulus, dan mengikuti PLPG tahun depan,” papar Salamun.

Banyaknya jumlah guru yang tak lulus UKA tersebut, memperkuat anggapan bahwa kualitas guru di Indonesia, termasuk Jawa Timur masih rendah. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Zainnudin Maliki. Maliki mengungkapkan, secara umum, kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia, termasuk Jawa Timur, memang masih kurang.

Sementara tuntutan zaman, terang Maliki, semakin tinggi. Guru atau tenaga pendidik, saat ini dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi. Seperti, memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sesuai mata pelajaran yang diampuhnya, memiliki kompetensi pedagodik, dan kompetensi mentransformasikan ilmu kepada siswa dengan baik. (nin/het/radargresik/jpnn)

Baca:  Bertambah Satu Tersangka Kasus Korupsi Jitut dan Jides Bojonegoro

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman