Home » Uncategorized » Harga Bawang Putih Jawa Timur Melonjak Tajam
harga bawang putih

Harga Bawang Putih Jawa Timur Melonjak Tajam

harga bawang putihHarga Bawang Putih Jawa Timur Melonjak Tajam. Perdagangan bebas dan pembebasan Bea Masuk (BM) impor produk pertanian ternyata tidak menjamin harganya menjadi murah. Bahkan lebih mahal daripada ketika masih dikenakan BM. Salah satu contohnya adalah bawang putih yang 100 persen diimpor dari China.

Pada Agustus 2012 lalu, harga bawang putih hanya Rp 8.000 per kilogram. Namun, Selasa (19/2) kemarin harga bawang putih sudah melonjak menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan kedele impor asal Amerika Serikat (AS) setelah dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) harganya stabil, yaitu Rp 8.500 per kilogram.

Sama dengan ketika masih dikenakan PPN. harga bawang putih tidak turun meski sudah dibebaskan PPN. Padahal sebelumnya Rp 7.500 per kilogram. Beberapa pedagang di Pasar Pabean yang ditemui Radar Surabaya mengatakan, harga bawang putih impor, baik jenis kathing dan sinchung terus naik. Pekan lalu harganya masih Rp 26 ribu per kilogram. Namun kemarin sudah naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Baca:  Katarak Menyerang Ribuan Warga Gresik

“Saya tidak tahu sebabnya naik. Yang jelas harga kulakan dari importir sudah naik,” kata Joni pedagang di Pasar Pabean kepada Radar Surabaya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Budi Setiawan ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan jika tidak ada pembatasan impor bawang putih.

Impor tetap berjalan sesuai dengan dengan mekanisme pasar. Sedangkan untuk harga bawang putih tergantung dari pasar dunia. “Pemerintah tidak mengatur harga jual komoditi bawang putih. Itu mekanisme pasar,” kata Budi. Budi mensinyalir naiknya harga bawang putih karena ulah importir yang mengurangi pasokan ke pasar atau mengurangi impor.

Baca:  Harga Bawang Putih Meroket Ribuan Ton Tertahan di Tanjung Perak

“Untuk menjaga pasokan barang agar stabil, pemerintah pusat harus mengatur tata niaga komoditi impor hasil pertanian. Sedangkan petani juga diberi insentif untuk menanam komoditi bawang putih. Sekarang ini hampir tidak ada petani yang menanam bawang putih karena dulu harga bawang putih rendah akibat dibukanya kran impor komoditi ini,” jelas Budi. (za/hen/radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *