Home » Nasional » Harga Saham Rokok Rontok Terkena Isu Harga Naik Rp. 50.000

Harga Saham Rokok Rontok Terkena Isu Harga Naik Rp. 50.000

Harga Saham Rokok Rontok Terkena Isu Harga Naik Rp. 50.000. Terhempas isu kenaikan harga rokok yang diperkirakan akan mengurangi daya beli konsumen terhadap rokok, membuat ketiga harga saham emiten rokok kompak mengalami penurunan.

Ketiga emiten tersebut diantaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, terkoreksinya harga saham rokok bisa dimanfaatkan para investor untuk melakukan akumulasi beli.

“Waktunya untuk beli, ini membuat valuasi sangat menarik sekali,” ujar Edwin saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/8/2016).

Menurut Edwin, dampak isu kenaikan harga rokok yang paling banyak merespon adalah para investor yang memiliki porsi saham kecil.

Baca:  Akal-akalan MKD Golkar, Bentuk Pansus Freeport Agar Setya Novanto Aman

“Investor kecil yang banyak melakukan profit taking, kalau investor besar tidak terpengaruh.” Pungkas Edwin.

Sekadar informasi, berdasarkan data pergerakan saham Bloomberg, saham HMSP tercatat melemah 1,73 persen dari 4.040 per saham pada saat pembukaan, dan pada pukul 14.06 WIB berada pada level 3.970.

Saham WIIM terpantau turun 1,50 persen dari 400 per saham pada saat pembukaan, dan pada pukul 14.06 WIB berada pada level 394.

Saham GGRM terpantau paling besar terkoreksi hingga 2,06 persen, dari 68.000 per saham menjadi 66.250 per saham pada pukul 14.06 WIB.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *