Home » Jawa Timur » Hi Tech Mall Akan Dijadikan Gedung Kesenian Canggih, Pedagang Demo
foto:tribunnews.com

Hi Tech Mall Akan Dijadikan Gedung Kesenian Canggih, Pedagang Demo

Hi Tech Mall Akan Dijadikan Gedung Kesenian Canggih, Pedagang Demo. Sejumlah pedagang demo di depan gedung Hi-Tech Mall, Jalan Kusuma Bangsa Surabaya, Selasa (20/2/2018). Mereka khawatir mengenai pemindahan pedagang lantaran gedung Hi-Tech Mall akan dialihfungsikan menjadi pusat kesenian.

Meski hingga saat ini para pedagang masih beraktivitas di Gedung Hi-Tech Mall, mereka mengaku resah atas isu pemindahan pedagang.

Lantaran puluhan tahun mereka telah mengupayakan image Hi-Tech Mall sebagai pusat IT di Surabaya. “Karena pedagang hidup 30 tahun memperjuangkan Hi-Tech Mall sebagai pusat IT,” tambah Rudi.

Para pedagang juga menegaskan, mereka akan tetap berdagang di Hi-Tech Mall. Nantinya, pihak pedagang dan pemkot Surabaya akan mengikuti audiensi bersama.

Sebelumnya, Kota Surabaya akan mempunyai gedung kesenian seperti di ibukota Jakarta. Bahkan tempat berkumpulnya para seniman menggelar karyanya ini bakal lebih canggih dari gedung Balai Sarbini di Jakarta.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro saat jumpa pers di Humas Pemkot Surabaya , Senin (11/12). “Nanti akan kami bangun tempat pertunjukan yang dilengkapi dengan teknologi canggih,” kata Widodo.

Pembangunan ini akan dilaksanakan pada 2018 mendatang dan selesai pada 2019. Namun Widodo belum memastikan, kapan tepatnya Pemkot akan  mulai membangun. Sebab sampai saat ini gedung HI Tech Mall masih ditempati oleh pedagang komputer dan perlengkapannya.

“Kita tunggu sampai habis masa sewa pedagang di sana. Perjanjiannya sewanya sampai 2018. Sekarang sudah ada beberapa yang kosong,” ungkapnya.

Di gedung yang baru ini, akan dijadikan pusat pertunjukan kesenian Surabaya. Pemerintah akan membangun beberapa tempat pertunjukan khusus. Seperti panggung ludruk, ketoprak ataupun lainnya.

“Ini akan bisa menarik wisata terutama dari luar negeri. Mereka tidak akan susah susah mencari tempat pertunjukan kesenian asli Surabaya,” ujar Widodo.

Widodo mengatakan, agar bisa menarik pengunjung, tempat ini akan dilengkapi dengan teknologi modern. Seperti backdrop yang akan menggunakan teknologi LED. “Jadi sudah tidak pakai layar yang ditarik secara manual lagi. Cukup tekan tombol, sudah muncul gambar di belakang panggung,” terangnya.

Begitu juga dengan perangkat sound sistem yang sudah modern. “Kalau main gamelan tinggal pencet tombol saja. Jadi nggak ada lagi sibuk nyetel kendang sebelum pertunjukan,” imbuhnya.

Tak hanya itu saja, kenyamanan penonton juga akan diperhatikan. Pengunjung dilarang merokok selama pertunjukan berlangsung.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Pemerintah Kota Surabaya Ery Cahyadi menyatakan, pihaknya sudah mendapat tugas untuk membangun gedung kesenian yang baru sejak tahun lalu.

“Selama ini saya menerima usulan dari Pak Widodo tentang rencana pembangunan gedung kesenian. Saya mikir, bagaimana menuangkannya,” ungkap Ery.

Ery berharap dia bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, membangun gedung seperti Balai Sarbini di Jakarta.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *