Home » Uncategorized » HIPMI Jatim Berupaya Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif
industri kreatif

HIPMI Jatim Berupaya Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif

industri kreatifHIPMI Jatim Berupaya Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan industri kreatif berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) pada urutan ke-7 dari 10 sektor lapangan usaha.

“HIPMI Jatim memandang, potensi untuk industri kreatif sangat besar. Bahkan, industri kreatif ini mampu memenuhi kebutuhan ekspor Jatim di bidang nonmigas. Ini karena akses pasar industri masih tinggi meski cenderung tersegmen jenis produk berbanding lurus dengan keinginan konsumen,” kata Ketua Umum BPD HIPMI Jatim, Muhammad Ali Affandi, di sela temu pemain dan sutradara film Rectoverso di Tunjungan Plaza Surabaya, Selasa (26/2/2013).

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) terus mendorong pertumbuhan industri kreatif sebagai salah satu pilar industri baru yang mempunyai prospek sangat cerah. Dengan pertumbuhan yang cukup tinggi setiap tahunnya,  industri kreatif hendaknya bisa menjadi salah satu pilar penpang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam kaitannya dengan industri film, sebagai salah satu bagian dari  industri kreatif di Indonesia, HIPMI Jatim akan trus mendukung pertumbuhan industri film di Indonesia. Salah satunya melalui nonton bareng film Rectoverso yang melibatkan sutradara yang namanya sudah lebih dulu tenar sebagai artis, seperti Marcella Zalianty, Olga Lidya, Cathy Sharon, Happy Salma, dan Rachel Maryam.

Baca:  ABG Mesum di Toilet Pasar Madiun Nyaris Dihajar Massa

“Dengan kerja sama ini, kami berharap, agar para pelaku industri perfilman ini menularkan ilmunya kepada anak-anak muda di Jatim. Baik itu kendala yang dihadapi maupun potensi keuntungan yang didapat dari bisnis perfilman,” kata Ali Affandi.

Ia menambahkan, saat ini industri kreatif berkontribusi sekitar 7% dari total PDRB Surabaya atau sekitar Rp 12,3 triliun. Dari jumlah tersebut, Sejauh ini subsektor industri layanan komputer dan piranti lunak berkontribusi 1% terhadap total industri kreatif. Sektor ini masih terkendala terbatasnya SDM, sehingga kontribusinya paling kecil dibandingkan yang lain.

Untuk sub sektor industri musik, hanya memberikan kontribusi 5% dan lebih kecil dibandingkan dengan sub sektor industri periklanan yang mencapai 8%. Sedangkan untuk sub sektor televisi dan radio memberikan kontribusi 2%, lebih besar dibandingkan sub sektor industri seni dan pertunjukan.

HIPMI Jatim saat ini mencoba untuk berkolaborasi dengan industri perfilman Indonesia. Ke depan, akan aktif menggandeng stakeholder di indutri ini seperti Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi).

Baca:  Pemprov Jatim dan Polowijo Gosari Kembangkan Potensi Gresik Utara

HIPMI Jatim juga akan meminta agar Pemprov Jatim memberikan langkah kongkrit untuk pengembangan industri kreatif di Jawa timur. Khususnya pada bidang peningkatan SDM, bahan baku, kelembagaan, dan pembiayaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan gairah bagi para para pelajar, mahasiswa dan usia produktif untuk bangkit menjadi wirausaha. Hal ini tentu akan menekan angka pengangguran di Jatim.

HIPMI Jatim juga akan terus mendorong agar pada tahun 2020 mendatang pelaku industri kreatif di UKM di Jatim bisa bertambah menjadi 20% atau tumbuh 5 juta per tahun di seluruh Indonesia. “Peran Jawa Timur tentu dibutuhkan dalam pencapaian angka pertumbuhan pelaku industri kreatif, mengingat provinsi tersebut selama ini memiliki sejumlah pelaku industri kreatif berorientasi ekspor maupun pasar domestik. Adapun masyarakat Jawa Timur yang terbiasa berpikir kreatif juga cukup banyak jumlahnya, termasuk kalangan muda usia, dimana mereka ini perlu diakomodasi,” imbuh Ali Affandi.

Baca:  HIPMI Surabaya Berusaha Memacu Akses UMKM

Ketua Bidang Industri Kreatif, Teknologi Informasi, dan Media HIPMI Jatim, Ahmad Adisuryo menambahkan, indonesia sebenarnya mempunyai potensi besar dalam industri perfilman. “Sebenarnya sangat mungkin kalau kita ingin membuat sebuah pusat produksi film seperti Hollywood di Indonesia. Tetangga kita, Malaysia, saja sudah mulai membuat proyek tersebut, padahal syutingnya banyak di Indonesia. Ini yang membuat kami optimis kedepan industri perfilman Indonesia semakin menarik,” katanya.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan industri kreatif sebagai salah satu andalan dalam mengontribusikan PDB seiring besarnya potensi industri tersebut. Terkait rencana pengembangan industri kreatif di Indonesia hingga 2025 akan disusun cetak biru (blue print) dan program aksi dengan sasaran mewujudkan ekonomi kreatif bangsa yang lebih terarah dengan berbasiskan budaya dan teknologi. (kabarbisnis)

Kata Pencarian:

hipmi gresik (2)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *