Peristiwa

Hukum di Gresik Tumpul, Gadis Diperkosa Hanya Diselesaikan Secara Adat

Hukum di Gresik Tumpul, Gadis Diperkosa Empat Warga Hanya Diselesaikan Secara Adat. Kisah pilu dialami oleh Mawar (18), perempuan asal Desa Bangeran Kecamatan Dukun. Masa depannya berantakan setelah dirinya digilir oleh 4 lakilaki yang sudah beranak istri yang tinggal bertetangga. Ironisnya, polisi kesulitan mengungkap kasus apalagi menangkap pelaku karena tidak ada laporan.

Kasus perkosaan terhadap gadis yang mengalami keterbelakangan mental nyaris tidak terungkap. Sebab, antara pihak keluarga korban tidak menuntut para pelaku. Itu terjadi setelah Kades Bangeran turun tangan dan menyelesaikan secara kekeluargaan dan hukum adat desa. Sementara para pelaku yang semuanya tetangga korban Mar, Kus, dan Nur.

Perbuatan asusila dilakukan sejak 6 bulan silam. Kini Mawar hamil 5 bulan, sementara keluarga bingung terhadap masa depan anaknya. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Gresik, perkosaan itu dilakukan di rumah pelaku dan gubuk tengah sawah. Mawar bercerita dalam kurun waktu 5 bulan terakhir, dia dipaksa untuk melayani nafsu bejat NS.

Baca:  Gresik Kota Industri dengan 171 Ribu Penduduk Miskin

Selain itu dia pernah digauli oleh M dan K, namun kejadian itu sudah cukup lama. Kades Bangeran, M Habib menuturkan, mengenai kasus yang menimpa F, gadis yang dikenal mempunyai keterbelakangan mental dirinya berjanji akan menuntaskan kasus ini dalam waktu dekat ini. “Untuk kasus yang dialami F, saya sudah mempunyai komitmen agar menuntaskan kasus ini,” kata Habib.

Menurut Fia, adik korban meminta keadilan atas nasib kakaknya. Sebab, kakaknya kini mengandung anak tanpa diketahuisiapabapaknya.“Kakaksaya mengalami masalah mental, sekarang ditambah lagi hamil tanpa tahu siapa yang menghamilinya,” ujar dia.

Kades Habib mengatakan, keluarga korban, sudah menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak desa. Kades mengklami keluarga korban tidak
ingin melanjutkan masalah ini ke ranah hukum. “Sebab NS akan bertanggungjawabatasperbuatanyangsudah dia lakukan terhadap dia. NS juga bersedia membayar denda yang diterapkan oleh desa sesuai dengan perdes yang berlaku,” ujar Habib

Baca:  Kapolsek Kebomas Gresik dan Penyidik Diperiksa Propam

Sementara para pelaku lainnya, Desa Bangeran menghukum dengan denda kepada ketiga pelaku yakni tanahurukansebanyak20Pickup.“Sebenarnya kasus ini sudah diselesaikan secara baik-baik, tersangkanya juga bersedia membayar denda dan NS
juga siap menikahi F,” pungkasnya

Sementaraitu, kasus ini sudahsampai ditelinga LSM P2AP2T (Pusat Pelayanan dan Perlindungan Terpadu AnakdanPerempuan) Gresik. Menurut Bambang Setiono, Kabid Bidang Advokasi dan Pendampingan Korban, pihaknya meminta polisi turun kelapangan untuk mengusut tuntas kasus ini. Dia meragukan kesediaan keluargakorban menerima kesepakatan pihak desa.

Dia justru khawatirkeluarga korban menerima intimidasi sehingga terpaksa menerima upaya damai itu. Menggapi Hal itu, Kapolsek Dukun, AKP. Saebani mengaku belum mendapatkan laporan terkait kasus ini. Kendati demikian dirinya mengatakan segera menerjunkan jajarannya untuk menyelidiki kasus ini dilapangan. (fir/ris/Radar Gresik/JPNN.com)

Baca:  Ribuan Buruh Dari Gresik Menuju Grahadi Tuntut Kenaikan Upah

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman