Home » Uncategorized » Ikatan Dokter Gresik Demo, Tuntut Pendidikan Kedokteran Murah

Ikatan Dokter Gresik Demo, Tuntut Pendidikan Kedokteran Murah

Ikatan Dokter Gresik Demo, Tuntut Pendidikan Kedokteran Murah. Puluhan dokter Gresik yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), melakukan aksi damai. Unjuk rasa kali ini menuntut mahalnya pendidikan kedokteran di tanah air sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Ketua IDI Cabang Gresik, dr Bambang Prihadi mengatakan, aksi unjuk rasa menuntut pemerintah dalam ini Kementrian Kesehatan (Kemenkes) agar meninjau kembali mahalnya biaya pendidikan kedokteran.

“Ini bisa menciptakan asumsi yang tidak baik di mata masyarakat. Mereka beranggapan hanya orang kaya saja yang bisa menjadi dokter,” katanya, Senin (24/10/2016).

Bambang mencontohkan, selama ini biaya pendidikan kedokteran saat masuk saja berkisar Rp 300 hingga Rp 500 juta. Biaya tersebut belum termasuk biaya tiap semester. Karena itu, harus menjadi perhatian pemerintah.

“Kalau tetap seperti ini masyarakat yang memiliki potensi tidak akan bisa masuk pendidikan kedokteran,” tuturnya.

Selain biaya pendidikan, mahalnya biaya pendidikan dokter juga ditopang oleh adanya program Dokter Layanan Primer (DLP). Banyak dokter yang tidak setuju dengan program tersebut, sebab khawatir banyak yang tidak sanggup lantaran harus menambah masa pendidikan kurang lebih tiga tahun.

“Masak biaya Pendidikan kedokteran sudah mahal, belum lagi ditambah masa pendidikannya paling lama yakni 6 tahun, dan ditambah masa pendidikan lagi,” tambah Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr Nurul Dholam.

Menurutnya Nurul Dholam, kritikan dan tuntutan ini akan disampaikan ke Bupati Gresik, agar aspirasi tersebut dapat dilanjutkan ke Kementerian Kesehatan. Sehingga, apa yang menjadi harapan para dokter di Indonesia bisa dikabulkan.

“Tuntutan kami tolong pemerintah segera mengkaji lagi biaya masuk ke pendidikan kedokteran agar tidak terjadi kesenjangan di mata masyarakat,” tandasnya. [dny/suf/beritajatim]

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *