Home » Ilmu Bisnis » Rahasia Megembangkan Bisnis Franchise Makanan
Master tukang, tutorial pertukangan

Rahasia Megembangkan Bisnis Franchise Makanan

Bisnis Franchise Makanan memang booming pada 3 atau empat tahun lalu, kendati pada tahun-tahun ini sedikit meredup. Akan tetapi, dalam dunia bisnis, eksisitensi harus dibangun terus agar bisnis yang sudah di geluti tidak sia-sia. Waralaba pun terus berkembang dan kian menjamur, jika ada banyak waralaba Bisnis Franchise Makanan yang tumbang, itu lebih pada strategi bisnis yang kurang tepat.

Jika dulu hanya “segelintir” orang yang berbisnis waralaba, karena┬áBisnis Franchise Makanan kebanyakan berasal dari luar negeri dan membutuhkan dana sangat besar, kini┬áBisnis Franchise Makanan justru berkembang pesat.

Menurut Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dip. IFP., advisor lembaga keuangan First Principal Financial Singapura, hal ini disebabkan orang yang membeli waralaba, yang disebut pewaralaba atau franchisee, tak perlu memulai usahanya dari nol.

Pewaralaba tinggal menjalankan usahanya berdasarkan manajemen dan peraturan yang ditentukan pemiliknya. Meski banyak yang melirik bidang lain, bisnis waralaba di bidang makanan, termasuk makanan tradisional, lebih banyak diminati. Sebab, kata konsultan yang akrab disapa Zizi ini, masyarakat Indonesia memang menyukai makanan tradisional.

Bisnis Franchise Makanan makanan tradisional tak selalu butuh modal besar. Zizi mengingatkan, tetap bersikap hati-hati dan selektif memilih waralaba, menjadi syarat utama sebelum memutuskan membeli waralaba. Jika ingin mulai menjadi pewaralaba, berikut ini poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam memilih waralaba makanan tradisional:

Bisnis Franchise Makanan Harus Punya Hasrat

Memiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting. Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai bidang yang akan digeluti. Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap tekun menjalaninya.

Bisnis Franchise Makanan Harus Melakukan Riset

Teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.

Baca:  Cara Mengetahui Beras Mengandung Pemutih, Pelicin, dan Pewangi

Bisnis Franchise Makanan Harus Rajin Melakukan Cek

Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.

Bisnis Franchise Makanan Harus Peka Terhadap Hak Cipta

Teliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa bermasalah.

Bisnis Franchise Makanan Harus Dilihat Daya Tahan Mereknya

Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang masih baru, belum cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.

Bisnis Franchise Makanan Harus Memahami Sistem Keungannya

Sebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu, minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan terwaralaba.

Waspadai Bisnis Franchise Makanan yang Meminta Bayaran di Muka

Hati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu, kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur. Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa dilakukan bertahap.

Bisnis Franchise Makanan Harus Menyiapkan Cadangan Biaya

Saat usaha baru berjalan, biasanya perputaran modal belum berjalan lancar. Daripada usaha langsung tutup karena kekurangan modal, lebih baik sediakan dana cadangan. Menurut Zizi, pastikan memiliki modal yang cukup, setidaknya untuk tiga bulan ke depan. Jika membutuhkan Rp 10 juta untuk modal berwaralaba, misalnya, sebaiknya Anda mempersiapkan dana sebesar Rp 30 juta.

Baca:  Tips Panen Pelanggan Online Via Facebook

Turnover

Hitung berapa keuntungan per bulan yang didapatkan dari usaha waralaba ini. Jika hasilnya memang bagus, silakan melangkah lebih lanjut.

Inventory

Sebaiknya, pilih terwaralaba yang tidak membutuhkan banyak inventori, misalnya, mesin-mesin dan barang besar. Sebab, akan membutuhkan modal lebih banyak lagi. Lebih baik menjalankan usaha yang padat karya daripada padat modal.

Bisnis Franchise Makanan Harus Kreatif dan Disiplin

Meski semua ilmu dari terwaralaba sudah ditransfer pada Anda, tetap harus kreatif dalam mencari pelanggan, disiplin membuat laporan keuangan, dan menerapkan aturan main yang sudah ditetapkan. Jangan terlalu percaya diri, sebab membeli waralaba yang bagus bukan jaminan makanan Anda akan selalu laris, jika tak dibarengi dua hal ini. Namun, bukan berarti Anda bebas menjual hasil masakan kreasi sendiri tanpa seizin terwaralaba. Ingat, Anda membawa nama dan imej terwaralaba.

Bisnis Franchise Makanan Harus Melihat Popularitas Makanan

Agar laris, pilih waralaba yang menjual jenis makanan yang banyak digemari dan tidak terlalu sulit dibuat. Antara lain, mi, ayam goreng, daging sapi, soto, dan donat, atau kue. Selain itu, teliti lebih lanjut berapa orang pelanggan yang datang ke tempat terwaralaba yang Anda incar.

Bisnis Franchise Makanan Harus Mempunyai Kualitas yang Terjaga

Pembeli yang datang tentu mengharapkan makanan di cabang milik Anda memiliki rasa dan kualitas layanan yang sama dengan pemilik usaha aslinya. Jadi, kontrol terus kualitas makanan dan manajemen agar pembeli tak kecewa. Mutu daging dan cara membakar wijen, misalnya, harus sama dengan yang dijalankan terwaralaba. Oleh sebab itu, patuhi peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan terwaralaba.

Kelola Sendiri Bisnis Franchise Makanan

Agar lebih terkontrol dan menghindari kecurangan dalam keuangan, kelola sendiri waralaba yang Anda beli, dan jangan diserahkan kepada orang lain.

Fenomena Bisnis Franchise Makanan: Perempuan Lebih Sukses

Baca:  Strategi Layanan Pelanggan Yang Tepat

Di Indonesia, modal untuk membeli waralaba lebih kecil dibandingkan di luar negeri, yaitu Rp 10-400 juta. Uang itu sudah termasuk antara lain initial fee, renovasi, suplai, inventori, deposit biaya sebelum memulai bisnis, dan biaya pelatihan tenaga kerja. Setelah usaha berjalan, ada pula biaya royalti (royalty fee), yang besarnya 2-15 persen dari penjualan.

Mengapa perempuan lebih sukses berwaralaba dibanding pria? “Perempuan “terlahir” ahli bermanajemen, termasuk mengatur pembantu, keluarga, keuangan, dan lainnya. Jadi, saat terjun ke bisnis, dia juga ahli. Selain itu, dia punya insting bagus, cenderung hati-hati mengambil langkah dan patuh peraturan,” jawab Zizi.

Lalu, kapan perjanjian kerjasama waralaba dianggap batal? Menurut Zizi, bila salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya. Namun, bisa jadi ada kelonggaran dari pihak terwaralaba untuk hal-hal tertentu. Jadi, baca dengan teliti surat perjanjian kerjasama.
Soal pemilihan jenis makanan untuk waralaba, tergantung selera dan kemampuan. Sebagian pewaralaba lebih menyukai masakan alias makanan “berat”, sebagian yang lain memilih snack. “Lihat juga modal dan kemampuan. Jika modalnya kecil, lebih baik memilih makanan ringan.”

CIRI TERWARALABA YANG BAGUS
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
2. Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
3. Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
4. Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yang bersangkutan mahir melakukan tugasnya.
5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai makanan atau bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba tetap terjaga.
7. Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.

Hasuna Daylailatu/Tabloid Nova

Kata Pencarian:

franchise makanan dan minuman (2),franchise kuliner gresik (1),franchise makanan murah (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

3 comments

  1. NICE artikel.
    Memang dalam memilih sebuah usaha apalagi dengan sistem franchising, langkah langkah di atas perlu sekali di terapkan. tetapi yang juga yang perlu di garis bawahi bahwa bisnis franchise tidak sepenuhnya sukses tergantung pada franchisor. Justru di lapangan, faktor terbesar tidak berhasilnya usaha waralaba yang di miliki mitra adalah KECURANGAN. sebagai contoh, yang seharusnya terwaralaba menggunakan bahan bahan standart dari pusat, dengan alasan ingin lebih murah bahan bakunya, akhirnya membeli produk bahan baku di tempat. ada juga yang memang mempunyai niat dari awal, dengan membuka usaha tersebut, mitra berharap setelah mencapai tahun utk pembayaran renewal fee, kemudian mengganti brand merk dengan harapan si franchisee memiliki brand sendiri dengan menu yang sama. beberapa khasus ini gan…

    semoga berkenan, dan bermanfaat

  2. franchise makanan dan minuman adalah bisnis yang menjanjikan..jika bisa merebut perhatian konsumen dengan rasa yang enak sekaligus menciptakan harga yang miring..,serta pelayanan dan promosi yang bagus..alhasil bisa membuat franchise makanan dan minuman tersebut booming..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *