Jawa Timur

Indusrti Makanan dan Minuman Jatim Omzetnya Meroket

industri makanan dan minuman jatimJawa Timur – Indusrti makanan dan minuman Jatim mengalami perkembangan omzet yang signifikan pada bulan ramadhan. Permintaan sangat tinggi akibat banyaknya permintaan menjelang lebaran. Kinerja industri manufaktur besar di seluruh wilayah Jawa Timur (Jatim) sepanjang triwulan II/2012 mengalami kenaikan cukup  signifikan sebesar 4,56 persen. Realisasi tersebut terbesar disumbang oleh kenaikan industri makanan dan minuman Jatim yang mencapai 14,37 persen.

Demikian diungkapkan Kepala BPS Jatim Irlan Indrocahyo, di kantornya, Surabaya, kemarin (1/8). Selain mamin, Irlan mengatakan, industri lain yang juga mengalami kenaikan cukup besar sepanjang triwulan II/ 2012 dibanding tahun 2011 adalah industri komputer, barang elektronik dan optik naik 14,14 persen, industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer sebesar 13,60 persen, industri logam
dasar naik 10,38 persen, dan industri barang galian bukan logam naik 8,45 persen.

Baca:  Kejamnya Seorang Anak Membuang Ayahnya di Malam Takbiran Karena Stroke

“Kinerja industri makanan dan minuman Jatim dipicu oleh besarnya permintaan berbagai produk mamin mulai menjelang puasa dan Lebaran. Peningkatan ini disikapi industri mamin dengan melakukan peningkatan produksi sejak jauh hari. Inilah yang kemudian menyebabkan kinerjanya cukup bagus di triwulan II/ 2012,” terang Irlan.

Pencapaian tersebut, menurut dia, selain dipicu oleh besarnya permintaan saat puasa dan Lebaran, juga dipicu oleh kian membaiknya
kondisi perekonomian Jatim dan nasional. Sehingga jika dibanding tahun lalu pada periode yang sama, kinerjanya mengalami kenaikan
sebesar 24,80 persen .

Sementara itu, produksi industri manufaktur mikro kecil di Jatim sepanjang triwulan II/2012 justru mengalami kontraksi sebesar
6,81persen . Meski demikian, ada beberapa industri yang mengalami pertumbuhan positif, diantaranya industri kertas dan barang dari kertas naik sebesar 8,07 persen , industri komputer dan barang elektronik naik 2,64 persen , industri bahan kimia dan barang dari bahan
kimia naik 2,16 persen, industri pengolahan tembakau naik 2,09 persen dan industri alat angkut naik sebesar 1,42 persen .

Baca:  Disperindag Jatim Gagas Blue Print Kendalikan Inflasi

Sementara industri mikro kecil yang mengalami penurunan adalah industri pakaian jadi turun 12,65 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin turun 9,53persen , industri barang galian bukan logam turun 9,20persen, industri makanan turun 8,25 persen serta industri mesin turun 7,96 persen, dan industri furniture turun sebesar 7,19 persen.(za/hen/jpnn/rdrsby)

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman