Uncategorized

Industri tekstil Jatim Terkendala Persaingan dengan China

industri tekstil jatimIndustri tekstil Jatim Terkendala Persaingan dengan China. Sebagai provinsi yang terus berkembang dengan segala infrastruktur dan kemudahan akses, banyak sektor industri yang tumbuh di Jawa Timur, salah satunya adalah industri tekstil. Namun demikian, pertumbuhan industri ini relatif masih tipis, sekitar 5-10 persen per tahun.

“Pertumbuhan industri (tekstil) ini belum maksimal, masih kecil. Padahal sebenarnya pasarnya cukup luas karena tekstil kita juga termasuk salah satu yang terbaik di Asia,” jelas Budi Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, kepada Radar Surabaya, ahir pekan lalu.

Budi menjelaskan, walaupun banyak pasar baru yang mulai dirambah oleh industri tekstil Jatim namun belum dapat maksimal. Karena pasarnya harus bersaing dengan China yang industri tekstilnya cukup berkembang dan harganya bersaing.

Baca:  Puspa Agro Jadi Sentra Kelapa RI

“Ini salah satu alasan kita belum mampu memaksimalkan pertumbuhan industri tekstil kita. Karena masih terkendala dengan persaingan pasar dan harga dengan beberapa produk dari negara lain, terutama China, yang kualitasnya tidak jauh berbeda,” terangnya.

Sejauh ini untuk pasar tekstil Jatim, kata Budi, selain untuk pasar dalam negeri juga diekspor ke beberapa negara di Asia. Sedangkan untuk produk tekstil khusus seperti batik dan kerajinan dari tekstil, pasarnya lebih luas lagi sampai ke Eropa dan Afrika.

Walaupun besarnya peluang dan potensi pasar tersebut, dari segi teknologi dan harga, tekstil Indonesia masih belum bisa bersaing penuh. Akan tetapi pemerintah Jatim sendiri terus mendukung industri tekstil untuk terus berkembang sehingga mampu bersaing dan menjadi pilihan pasar internasional. Khususnya produk tekstil dari para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang memiliki potensi dan ciri khas khusus dibandingkan
produk tekstil lain.

Baca:  Pendaftaran PPS Surabaya Sepi Peminat, KPU Galau

“Kenapa salah satu fokus kami dalam industri tekstil adalah mendorong produksi, kuantitas, dan kualitas tekstil UKM? Itu karena setelah kami lihat dari beberapa pameran internasional yang kami ikuti, animonya cukup bagus,” paparnya.

Hal itu, lanjut Budi, mendorong munculnya pasar internasional baru dan permintaan produk tekstil UKM yang meningkat. Seperti kain-kain tradisional Jatim dan beberapa daerah di Indonesia yang diminati pasar fashion Eropa, Amerika hingga ke Afrika.

“Selain mengupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas, kami juga akan mendukung dari segi promosi agar masyarakat dunia mengenal produk tekstil kita,” pungkasnya. (nur/c1/hen/radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman