Uncategorized

Industri Wisata Jatim Terus Tumbuh dan Berbenah

Industri Wisata Jatim Terus Tumbuh dan Berbenah. Meski dana promosi pariwisata yang disediakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim 2013 hanya Rp 6 miliar, industri wisata jatim terus menggeliat. Khususnya setelah dibuka destinasi baru Bromo-Semeru mulai tahun ini dengan jarak tempuh 18 kilometer.

Objek wisata alam yang dibuka oleh Asosiasi Biro Perjalanan Indonesia (ASITA) Jatim itu, kini tiap bulan dikunjungi sekitar 1.000 orang. Demikian diungkapkan Jarianto ketika ditemui di Grand City setelah pembukaan pameran batik, border, dan aksesoris, Rabu (8/ 5).

Menurut dia, sebagian besar wisatawan mancanegara (wisman) dari Belanda, Jerman, dan Prancis memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat wisata alam yang penuh tantangan. Karena perjalannya harus ditempuh melalui jalan kaki.

Baca:  SK CPNS Bangkalan Diterima Ratusan Tenaga Harian Lepas Pemkab Bangkalan

Jarianto mengatakan, instansi yang dipimpinnya telah melakukan pertemuan dengan pengelola Taman Nasional Bromo-Semeru-Tengger (BST) guna membahas wisata alam Bromo-Semeru itu. Ia mengatakan, pengelola Taman Nasional BST  telah setuju atau mengizinkan kendaraan terbuka
melalui rute baru sehingga ada pilihan bagi wisatawan.

Bagi yang senang jalan kaki tetap melalui rute lama. Sedangkan yang ingin naik kendaraan terbuka, melalui rute baru. “Pembukaan rute baru itu tetap memperhatikan kondisi alam, karena merupakan wisata alam,” tegas dia.

Untuk mendukung pemasaran objek baru tersebut, Jarianto mengatakan, Disparta Jatim telah membuka perwakilan pariwisata di Denpasar, Bali. Bersama biro wisata di Bali telah meluncurkan paket Bali Plus. Wisman yang datang ke Bali ditawari paket ke berbagai objek wisata alam dan budaya di Jatim.

Baca:  Lamongan - Belanda Siap Kembangkan Listrik Dari Eceng Gondok

Termasuk ke Pura Agung di Senduro, Lumajang, yang merupakan pura terbesar di Indonesia. Ia menambahkan, sektor pariwisata juga telah ditetapkan sebagai penggerak ekonomi Jatim. Jalur koordinasinya ke Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang), sebelumnya ke Asisten Bidang Kesejahteraan Sosial (Kesra). “Untuk sektor kebudayaan tetap di Asisten Kesra,” tandasnya.

Jarianto menjelaskan, sampai akhir bulan Maret, wisman yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Juanda sudah mencapai sekitar 55 ribu orang. Periode yang sama tahun lalu sebanyak 45 ribu orang. Itu belum termasuk yang masuk melalui Bali kemudian ke Jatim. Untuk wisatawan nusantara (wisnus) sekitar 6,5 juta orang.

Baca:  Puspa Agro Jadi Pusat Distribusi Perikanan Indonesia Timur

Pada liburan sekolah dan Lebaran adalah puncak kunjungan ke Jatim. “Tahun 2012, wisnus yang ke Jatim sekitar 30 juta orang sedangkan tahun ini diperkirakan bisa mencapai 33 juta orang,” kata dia. (za/hen/radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman