Home » Nasional » Ini Pasutri Bejat yang Mencelakai Ratusan Ribu Balita indonesia

Ini Pasutri Bejat yang Mencelakai Ratusan Ribu Balita indonesia

Aparat Bareskrim Mabes Polri membongkar jaringan peredaran vaksin palsu yang diperuntukkan bagi balita. Dua dari sepuluh pelaku yang dibekuk merupakan pasangan suami istri (pasutri), yakni Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina.

Menurut penelusuran merdeka.com di akunfacebook Rina Agustina, terlihat kehidupan perempuan tersebut cukup mewah dengan menempati rumah berlantai 2 di Jalan Kumala 2 Blok M, Nomor 29, Bekasi.

Rumah tersebut juga terdapat kolam renang bergaya minimalis di bagian belakangnya. Dan terparkir satu unit mobil Mitsubishi Pajero di garasi rumah.

 “Kasus ini sudah kami selidiki sejak tiga bulan lalu dan sekarang terungkap bahwa peredaran vaksin palsu untuk imunisasi bayi sudah berlangsung selama belasan tahun,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Jumat (24/6).

Berdasarkan informasi awal tersebut, kata Agung, penyidik Bareskrim kemudian mengumpulkan data-data dan fakta di lapangan untuk dijadikan bahan penyelidikan.

Pihaknya menyayangkan adanya temuan kasus ini. Agung mengimbau kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait agar lebih peduli terhadap kualitas kesehatan anak-anak.

“Terungkapnya vaksin palsu ini telah meresahkan masyarakat. Kasus ini harus kita berangus hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.

Ketika ditanya kemungkinan adanya keterlibatan pihak rumah sakit dan Kementerian Kesehatan dalam kasus ini, Agung menyatakan hal itu masih dalam penyelidikan.

“Untuk rumah sakit tertentu, apotik dan bidan, sudah ada yang terindikasi terlibat,” ungkap Agung.

Beberapa hari setelah penangkapan, penyidik kemudian mendatangi rumah pelaku pasutri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina.

Baca:  Buya Syafii: Kelompok "Teologi Maut" Jumlahnya Kecil Tapi Bersuara Lantang

Informasi yang dihimpun, petugas menyita ribuan botol vaksi diduga palsu dalam 36 dus. 

foto pasutri pemalsu vaksin

“Ada 36 dus yang dibawa petugas kepolisian usai melakukan penggeledahan,” kata petugas keamanan setempat, Eko Supriyanto, Jumat (24/6).

Ia menjelaskan, penggerebekan itu bermula ketika belasan petugas polisi membawa sekitar enam unit mobil pribadi datang ke komplek tersebut sekitar pukul 21.00 Wib. Mereka meminta Eko untuk menjadi saksi penangkapan itu.

Warga setempat mengaku terkejut dengan penangkapan tetangganya tersebut. Soalnya, selama ini penghuni rumah yang digerebek polisi itu dikenal cukup baik. Hanya saja, mereka jarang bersosialisasi dengan warga lain.

“Kami tidak menyangka mereka memiliki usaha seperti itu,” katanya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *