Peristiwa

Inilah Modus Bandar Narkoba yang Melibatkan Gadis GKB Gresik

nita ariani sarani wibowo
foto: Koran radar Gresik

Inilah Modus Bandar Narkoba yang Melibatkan Gadis GKB Gresik. Kasus narkoba yang menyeret Nita Ariani Sarani Wibowo, warga GKB gresik akhirnya masuk ke babak persidangan. Ternyata Nita merupakan anggota jaringan narkoba yang dikendalikan gembong sekaligus narapidana narkoba Lapas Madiun, Abdul Rokim (41).

Abdul Rochim menerangkan bahwa SS seberat 333,4 gram dan 230 butir di duga ekstasi merupakan miliknya yang dititipkan di rumah terdakwa terdakwa Nita Ariani Sarani Wibowo di Jl.Blitar I No.12 perumahan GKB. “Saya kenal dia beberapa bulan yang lalu dan mengenalkan bisnis narkoba hanya 2 bulan sampai akhirnya tertangkap,”terangnya.

Abdul Rochim mengakui kalau bisnis narkobanya dikendalikan dari Lapas Madiun dengan perantara Iwan Hadi Setiawan. “Barang (SS) kami datangkan dari jakarta, melalui Iwan Hadi diserahkan ke Nita. Jika ada order dari beerapa konsumen melalui iwan Hadi barang langsung diambil pada Nita,” tegasnya.

Baca:  Prostitusi Anak SMA di Gresik Sudah Lama Beroperasi

Abdul Roxhim juga mengakui kalau SS, ekstasi barang dan uang tunai sebesar Rp.200 juta yang di sita pihak BNP Jatim merupakan miliknya yang dititipkan ke Nita. Sementara itu, saksi dari pihak BNP Jatim yakni IPTU Sulton dengan tegas mengungkapkan pihaknya menangkap Iwan hadi di bandara juanda dengan barang bukti (BB) SS seberat 627 gram.

“Penangkapan tersebut kami kembangkan. Dari pengakuan Iwan Hadi, SS didapat dari terdakwa Nita,” urainya. Seketika itu pihaknya langsung menuju ke rumah terdakwa Nita di perumahan GKB. Dari situlah, setelah mengamankan BB berupa HP dan black berry, terdakwa nita sering berkomunikasi dengan Abdul Rochim.

Majelis hakim yang diketuai Mustajab SH menanyakan adanya BB yang menyusut dari BAP. Namun oleh saksi dijawab kalau BB sebagian sudah dimusnahkan oleh pihak BNP. Tidak hanya itu, majelis hakim juga mempertanyakan keberadaan tabungan Mandiri dimana dalam rekening tersebut ada penarikan uang senilai Rp. 160 juta pada tanggal 7 Juni 2013. Padahal, terdakwa ditahan pada 03 Mei 2013.

“Uang itu memang kami ambil dari rekening milik terdakwa untuk kasus pencucian uang karena terpidana Abdul Rochim di indikasi ada tindak pidanan pencucian uang,” tegas saksi dari penyidik BNP Jatim, Kompol Rudi S. Seperti diketahui, BNP Jatim pada 27 April lalu menangkap dan mengeledah rumah terdakwa Nitahasil pengembangan dari tertangkapnya Iwan Hadi di Bandara Juanda. (gresiksatu)

Baca:  Tiga Wartawan di Gresik Diringkus Karena Pemerasan

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman