Uncategorized

Investasi Jatim Tembus 24 Triliun dalam 3 Bulan

Investasi Jatim Tembus 24 Triliun dalam 3 Bulan. Investasi yang masuk di Jawa Timur (Jatim) pada Triwulan I/2013 mencapai sekitar Rp 24 triliun. Rinciannya penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 6 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 7 triliun, dan non fasilitas sebesar Rp 11 triliun.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim Warno Harisasono mengatakan angka Investasi Jatim itu masih sementara karena belum semua daerah melaporkan ke BPM Jatim. Sedangkan  untuk permohonan izin investasi baru, masih menunggu data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Pertumbuhan investasi Jatim masih cukup baik, meski harus bersaing dengan provinsi lain,” kata Warno ketika ditemui di kantornya, Rabu (17/4) lalu. Dijelaskan dia, banyak investor asing yang ke Jatim dan langsung berinvestasi. Ada investor yang membangun pengolahan gas alam, yaitu Compress Natural Gas (CNG) di Tuban, Gresik, dan Pasuruan dengan total nilai investasi sekitar Rp 9 triliun.

Baca:  Konsumsi Gula Berlebih Bahayakan Kesehatan Anak

Juga ada investor Thailand yang akan membangun industri petrokimia di Gresik dan pabrik pengolahan kelapa di Pasuruan Industrial Estat Rembang (PIER). Menurut Warno jika dilihat dari Upah Minimum Kabupaten (UMK), Jawa Tengah (Jateng) memang lebih murah dari Jatim namun
dari infrastruktur Jatim masih lebih baik.

Misalnya pelabuhan bisa disandari sampai kapal besar, ketersediaan tenaga kerja yang trampil, dan infrastruktur yang lebih baik. Kawasan industri
yang ada juga sudah siap untuk lokasi pembangunan.

Karenanya Jatim tidak takut kalah bersaing dengan Jateng dalam merebut investor, baik itu asing atau lokal. Bahkan kepercayaan pada Jatim lebih besar daripada ke Jateng. “Untuk lokasi investasi yang dipilih, disesuaikan dengan jenis industri. Misalnya, alas kaki ke Jombang, Nganjuk, dan Kabupaten Mojokerto. Namun untuk yang padat teknologi biasanya ke Surabaya, Gresik, dan Tuban,” kata Warno.

Baca:  Jatim dan Jerman Mempererat Kerjasama Ekonomi dan Pendidikan

Ditemui terpisah, Ketua Kadin Surabaya Jamhadi mengatakan investor akan memilih lokasi Investasi Jatim sesuai kebutuhan. “Jika tenaga kerja yang dibutuhkan banyak. Maka akan memilih yang UMK nya lebih murah dari Surabaya. Untuk padat modal dan teknologi Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo masih dipilih. Surabaya yang infrastrukturnya lebih baik akan dipilih oleh investor,” kata Jamhadi. (za/hen/radarsby.com/jpnn)

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman