Home » Nasional » Jalan Berliku Blok Mahakam Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Jalan Berliku Blok Mahakam Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Jalan Berliku Blok Mahakam Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi. Sebelum akhirnya jatuh ke tangan Pertamina, pengelolaan Blok Mahakam memang sempat menimbulkan polemik. Pemberitaan soal euforia alih kelola sudah ramai sejak dua tahun lalu, ketika Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mengalihkan 100 persen hak pengelolaan blok tersebut kepada Pertamina.

Keputusan itu merupakan babak baru dari peliknya tarik ulur sikap pemerintah sejak 2008. Kala itu dengan dasar hukum UU Migas Nomor 22 Tahun 2001, Total E&P mengajukan permohonan perpanjangan kontrak pengelolaan blok Mahakam yang baru akan berakhir pada 2017. Perusahaan asal Perancis itu meminta perpanjangan hingga tahun 2037.

Semenjak itu, proses negosiasinya pun terus menimbulkan polemik. Silang pendapat terus bergulir dari tahun ke tahun  di antara pejabat Kementerian dan lembaga terkait. Ada yang antusias blok Mahakam harus dikelola Pertamina, ada pula yang tak yakin akan kemampuan Pertamina.

Pada Juli 2013, Wakil Presiden Senior Total E&P Asia Pacific, Jean-Marie Gullermo sempat menemui Jero Wacik yang kala itu menjabat sebagai Menteri ESDM. Ia menawarkan masa transisi selama lima tahun pasca kontrak habis pada 2017. Selama masa transisi Total E&P akan membagi 30 persen saham blok Mahakam kepada Pertamina. Namun, hingga akhir masa Pemerintahan Presiden SBY tak kunjung mengambil keputusan terkait nasib blok Mahakam.

Pada Juni 2015, pemerintah akhirnya menetapkan Pertamina sebagai pengelola Blok Mahakam. Blok Mahakam merupakan produsen gas terbesar Indonesia yang kontribusi total produksi gas nasional sekitar 20%. Blok ini meliputi lapangan gas Peciko, Tunu, Tambora, Sisi Nubi dan South Mahakam. Selain itu termasuk juga lapangan minyak Bekapai dan Handil. Wilayah Kerja ini memiliki luas 2.738,51 km2 dan terletak di provinsi Kalimantan Timur serta merupakan wilayah kerja onshore dan offshore. WK Mahakam mulai berproduksi pertama kali pada tahun 1974.

TEPI dan Inpex Corporation menjadi operator pengelola Blok Mahakam sejak 1966 silam saat Kontrak Kerja Sama (KKS) WK Mahakam ditandatangani pada tanggal 6 Oktober 1966 dan berakhir tanggal 30 Maret 1997. Kontrak tersebut telah diperpanjang pada tanggal 11 Januari 1997 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2017.

Kini, blok Mahakam sudah kembali dikelola sepenuhnya oleh negara melalui Pertamina. Mampukah Pemerintah kembali mengulang hal serupa di sektor lain seperti tambang dengan mengambil alih kelola PT Freeport Indonesia?

 

Source:tirto.id

Kata Pencarian:

rangkuman laopran blok mahakam kembali ke ibu pertiwi (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *