Home » Jawa Timur » Pilkada Jatim 2018 » Jangan Larang Khofifah Maju Pilgub Jatim 2018!
khofifah naik motor

Jangan Larang Khofifah Maju Pilgub Jatim 2018!

Jangan Larang Khofifah Maju Pilgub Jatim 2018!. Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar yang meminta Presiden Joko Widodo agar tidak mengizinkan Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa maju di Pilgub Jawa Timur mendapat respon tokoh NU (Nahdlatul Ulama) di Jawa Timur.

H. M. Khozin Ma’sum, salah satu tokoh NU di Kabupaten Gresik misalnya, ia mengaku menyesalkan sikap pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut. Menurut Pendiri RGS (Relawan Gerakan Sosial) Kabupaten Gresik ini, langkah Cak Imin tersebut tidak tepat, mengingat demokrasi di Indonesia sangat terbuka.

“Seharusnya, Muhaimin selaku petinggi partai PKB yang saat ini telah sepakat memberangkatkan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Pilgub Jatim 2018 tak perlu bersikap seperti itu. Karena maju tidaknya Khofifah menyangkut hak seseorang. Semua orang memiliki hak berpolitik, termasuk maju menjadi kontestan Pilgub,” terang Khozin kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (9/7/2017)

Baca:  La Nyala Bongkar Prabowo Minta Puluhan Miliar Rekomendasi Pilgub

“Nah, kalau nantinya Bu Khofifah maju atau tidak, itu urusan nanti. Yang terpenting sekarang kita berdoa semoga Pilkada di Jatim 2018 nanti bisa berjalan lancar kondusif aman dan demokratis,” sambung Bendahara Umum DPP Bakuppi (Dewan Pimpinan Pusat Badan Kerjasama Ulama dan Pondok Pesantren Indonesia) ini.

Karena itu, Khozin mengajak semua komponen masyarakat turut menyukseskan Pilgub Jatim kali ini. “Terkait siapa saja yang bakal maju pada Pilgub nanti, mereka jelas dianggap tokoh masyarakat maupun kader partai yang layak dan terbaik. Untuk itu, siapa pun calonnya dan siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Jatim 2018 nanti, semua masyarakat harus mendukung dan menghormatinya, karena menjadi Gubernur atau Pemimpin itu merupakan taqdir Allah SWT dan siapapun tak bisa menolaknya,” pungkas cucu KH. Abdul Karim ini.

Baca:  Kampanye untuk Khofifah, Bupati Jember Adu Mulut dengan Panwas

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku sudah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo terkait isu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang akan maju di Pilgub Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengungkapkan dirinya sudah menyampaikan agar Presiden Jokowi tidak mengizinkan Khofifah mengikuti kontestasi pesta demokrasi di Jawa Timur tahun 2018 mendatang.

“Saya sudah sampaikan ke Presiden bahwa ini satu-satunya provinsi yang NU-nya sangat kuat hanya Jawa Timur. Kalau bisa Bu Khofifah tidak usah diizinkanlah, jadi menteri saja,” ucap Muhaimin di sela-sela acara halal bihalal di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).

Alasan Cak Imin menyarankan agar Presiden tidak mengizinkan Khofifah lantaran Ketua Umum PP Muslimat NU itu beberapa kali kalah ketika ikut pilkada di Jawa Timur.

Baca:  Gus Ipul - Puti Guntur Soekarno Ikut didukung PKS dan Gerindra

“Bu Khofifah di Pilgub Jawa Timur kalah terus, ya sudah saatnya ganti kader lain lah. Sama-sama NU sudah cukup,” ujar Cak Imin.

Mendengar permintaan tersebut, Cak Imin mengungkapkan Presiden Jokowi setuju jika Khofifah lebih konsentrasi pada pekerjaannya sebagai menteri. “Ya bagus juga sih orang dia saatnya konsentrasi di menteri dia,” tutur Cak Imin. (tribunnews.com/Bangsaonline.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *