Uncategorized

Jatim dan Jerman Mempererat Kerjasama Ekonomi dan Pendidikan

Jatim dan Jerman Mempererat Kerjasama Ekonomi dan Pendidikan. Magnet Jawa Timur memang luar biasa. Sejumlah negera pun terus bedatangan ke Jatim untuk menjajaki investasi di wilayah ini. Jumat (26/4), giliran rombongan dari Jerman datang ke Jatim untuk melakukan hal sama. Rombongan Jerman dipimpin Senator (Menteri) Ekonomi Negara Bagian Bremen Mr Marthin Gunthner kemarin menemui Gubernur Soekarwo di gedung Grahadi Surabaya.

“Mereka sangat tertarik untuk investasi di sini (Jatim, Red),” beber Gubernur Soekarwo setelah menemui mereka, kemarin. Selain Mr Marthin, ikut dalam rombongan kemarin juga Duta Besar Jerman Dr Georg Witschel dan Kepala Perdagangan Luar Negeri Negara Bagian Bremen Jerman Mr Christian Gutschmidt.

Soekarwo mengaku pihaknya siap meningkatkan kerjasama dengan Jerman. Kerjasama tersebut di antaranya dalam bidang industri dan pendidikan kemaritiman, investasi, dan otomotif. “Kami siap meningkatkan kerjasama yang sudah terjalin dengan Jerman, Jatim memiliki
market yang potensial dan fasilitas dan infrastruktur yang baik” kata Soekarwo, kemarin.

jatim dan jermanPakde Karwo -panggilan akrab Soekarwo- mengungkapkan, hubungan kerjasama antara Jatim dan Jerman telah terjalin sejak 1974 dengan nilai investasi total sebesar 104,8 juta dollar US. Sedangkan ekspor Jatim ke Jerman sebesar 357,5 juta dollar US, dan impornya mencapai 308,5 juta dollar US.

Baca:  Neraca Perdagangan Jatim Defisit Akibat Bengkaknya Impor

“Dalam bidang pendidikan, pemuda Jatim juga banyak yang sekolah di Jerman, khususnya di bidang teknologi” ungkapnya. Ditambahkan, market Jatim sangat potensial karena merupakan pusat pengembangan perdagangan, industri, jasa, distribusi logistik yang tidak hanya melayani penduduk lokal yang berjumlah 38 juta jiwa, tetapi juga melayani lebih dari 120 juta jiwa dari penduduk Indonesia di wilayah timur.

Selain itu, Jatim merupakan tempat paling strategis untuk berinvestasi. Sebab perkembangan ekonomi Jatim sangat baik, tahun 2012 pertumbuhan ekonominya mencapai 7,27%. Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yaitu 6,23%. “Target kami,
tahun ini pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7,5%.” tuturnya.

Sementara itu, Senator (Menteri) Ekonomi Negara Bagian Bremen Mr Marthin Gunthner mengatakan, kedatangannya bertujuan untuk memperkuat kerjasama dengan Jatim, khususnya di bidang industri dan pendidikan maritim. “Teknologi maritim sangat penting, sebab negara anda adalah negara kepulauan. Kami memiliki universitas dan teknologi yang maju dalam bidang kemaritiman dan ingin menawarkan kerjasama pendidikan dan pelatihan kemaritiman antar universitas Jerman dan Jatim” katanya.

Baca:  Jatim Siap Tampung Relokasi Industri dari Jakarta

Tak hanya itu, ia juga menawarkan investasi dan kerjasama antar pelabuhan. Kerjasama ini dinilainya sangat menguntungkan karena Jerman memiliki salah satu pelabuhan terbesar di benua Eropa. Pelabuhan tersebut berada di Bremen dan memiliki 80 ribu karyawan yang khusus melayani logistik.

Dalam bidang otomotif, Jerman memiliki pabrik mobil Mercedez Benz terbesar kedua di dunia. Setiap tahunnya, pabrik tersebut memproduksi 300 ribu mobil dan disebarkan ke seluruh dunia. Seperti China, Afrika, Eropa, dan Amerika. “Kedatangan kami juga untuk mencari lokasi untuk membangun pabrik. Namun, lokasi tersebut harus strategis dan dekat dengan pelabuhan serta rel kereta api,” urainya.

Menanggapi hal itu, Pakde Karwo mengaku pihaknya sangat siap karena Jatim memiliki fasilitas dan infrastruktur yang dibutuhkan. Untuk pelabuhan, ia menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan proyek pelebaran arus dari 100 meter menjadi 200 meter dan pendalaman alur dari 13 meter menjadi 16 meter pelayaran barat Surabaya di Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca:  Sopir MPU Pamekasan Ngeluruk Kantor DPRD

“Setelah proyek ini rampung 2016, kapal generasi ketujuh dapat masuk ke pelabuhan,” lanjutnya. Untuk jalur kereta api, saat ini pemprov sedang menyelesaikan proyek jalur double track Surabaya-Jakarta yang diperkirakan selesai 2014. “Dan setelah itu dikembangkan“ double track jalur Surabaya-Madiun, Probolinggo, dan Malang yang ditargetkan rampung 2016. Bahkan, jalur ini tak jauh dari pelabuhan. Sehingga lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

Ia juga menyambut baik kerjasama di bidang otomotif. Namun ia lebih memprioritaskan jika Jerman membangun pabrik di Jatim. “Kelas menengah di Jatim terus naik, konsumsinya lebih banyak untuk belanja non makanan dan minuman. Jadi, daripada mengimpor barang dari Jerman, lebih baik membangun pabrik di sini,” katanya.

Marthin Gunthner sendiri mengaku siap mengajak pengusaha Jerman untuk melihat peluang investasi di Jatim, kemudian ia juga mengajak Pakde Karwo ke Jerman untuk memberikan paparan tentang Jatim. (radarsby.com/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman