Home » Uncategorized » Jawa Timur Bebaskan Ijin Impor 14 Jenis Barang
impor jatim
indonesiafinancetoday.com

Jawa Timur Bebaskan Ijin Impor 14 Jenis Barang

impor jatim
indonesiafinancetoday.com

Jawa Timur Bebaskan Ijin Impor 14 Jenis Barang. Untuk memacu transaksi perdagangan di Jawa Timur, Gubernur Jatim Soekarwo membuat kebijakan yang memudahkan para importir dalam aktivitas trading. Perkembangan ekonomi Jatim yang cukup stabil membuat pola konsumsi masyarakat meningkat dan kebutuhan atas bahan-bahan pokok juga ikut meningkat.

Keadaan ini berusaha direspon dengan insentif berupa pembebasan ijin impor untuk 14 barang dari luar negeri. Kemudahan ijin impor ini diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi dan kebutuhan masyarakat bisa lebih terpenuhi.

Ke-14 komoditas yang boleh diimpor tanpa ijin Gubernur, diantaranya kedelai, beras ketan, jagung, dan bungkil. “Kebijakan tersebut saya teken awal bulan Desember lalu. Tujuannya, agar nunggu di pelabuhan ketika bongkar muat tidak terlalu lama,” ujar Gubernur Soekarwo, Rabu (2/1/2013).

Baca:  Mengintip Bocoran Soal UN 2013 Melalui Try Out Online

Menurut Soekarwo, dengan kebijakan tersebut, pengajuan ijin impor ke Gubernur hanya diwajibkan untuk tiga komoditas saja, yakni beras, gula rafinasi, dan garam. “Kebijakan ini merupakan peristiwa besar dalam bidang trading (perdagangan) di Indonesia. Karena yang melakukannya hanya Jawa Timur,” tegas Pakde Karwo, sebagaimana dikutip harian Surya.

Mengenai bahan baku yang masih harus mendapatkan ijin impor Gubernur seperti Gula, beras, dan garam karena terkait dengan kesejahteraan petani lokal. Kalau bahan baku tersebut dibebaskan ijinnya dikhawatirkan terjadi jatuhnya harga produksi yang merugikan petani lokal.

Untuk meningkatkan produksi beras lokal misalnya, pemerintah pusat sudah membuat grand design pembukaan sawah baru di luar jawa, hal yang sama terjadi pada produksi garam dan gula yang terus digenjot produksinya oleh kementrian BUMN.

Kepala Disperindag Jatim Budi Setiawan mengatakan, begitu kebijakan sistem ijin impor terbaru tersebut diteken oleh Gubernur, pihaknya bersama biro perekonomian Setdaprov Jatim langsung mengumpulkan para pengusaha atau importir untuk mensosialisasikan kebijakan baru itu.

Baca:  Biadab, Karyawan Bank Panin Tuban Perkosa Anak TK

Menurut Budi, meski diberi kebebasan mengimpor 14 jenis komoditas seperti, kedelai, beras ketan, jagung, dan bungkil, para importir tetap diwajibkan melaporkan barang-barang yang diimpornya. Laporannya, meliputi  berapa volume barang yang diimpor, barangnya disimpan di gudang mana, berapa kebutuhan impor Jatim untuk tiap komoditas, dan impor untuk wilayah Jatim dan non Jatim berapa.

“Laporan tersebut akan menjadi bahan untuk evaluasi sekaligus kontrol pengendalian,” tegasnya. Dengan begitu, Pemprov, kata Budi dapat memonitor komoditas impor yang masuk ke Jatim. Termasuk tahu berapa jumlah kebutuhan impor secara riil untuk kebutuhan masyarakat dan industri di Jatim.

“Jadi dengan makin dipercayanya pengusaha oleh Pak Gubernur. Para pengusaha juga diminta memberikan laporan, agar sewaktu-waktu ngeceknya gampang,” imbuh mantan Kepala Biro Perekonomian ini terkait ijin impor.

Baca:  Ekonomi Jatim Terkendala Infrastruktur Pelabuhan

Jawa Timur sendiri sebagai propinsi yang cukup tinggi produksi pangannya juga harus memberikan proteksi kepada petani. Akan tetapi, ke 14 bahan baku yang dibebaskan ijin impor dipastikan sebagai kebutuhan bahan baku industri atau baha baku yang memang sulit dipenuhi oleh produksi lokal. (surya, edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *