Home » Jawa Timur » 300 Siswa SMK Jatim Dilirik Malaysia
Master tukang, tutorial pertukangan

300 Siswa SMK Jatim Dilirik Malaysia

300 Siswa SMK Jatim Dilirik Malaysia. Kualitas pendidikan SMK di Jawa Timur yang bagus, menarik minat negara Malaysia untuk merekrut lulusannya dididik dan dijadikan tenaga kerja. Ini terjadi karena tenaga-tenaga lulusan SMK memiliki keterampilan lebih dibanding sekolah-sekolah lain. Untuk itu, khusus lulusan Siswa SMK Jatim, Malaysia menargetkan akan merekrut 300 siswa untuk dibawa ke Malaysia.

“Tiga ratus siswa SMK sudah cukup lah. Jatim menjadi lokasi pertama yang disinggahi. Kalau untuk target total, kita sediakan untuk 2.000 siswa,” kata Jabatan Pembangunan Kemahiran (JPK) Kementerian Sumber Manusia Malaysia, Mohamad Bin Yaacob, di kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim kemarin. Mohamad menerangkan, pihaknya akan menjamin lulusan siswa SMK yang bersedia ke Malaysia. Kesejahteraan dan kesehatan lulusan SMK mendapat perhatian yang serius.

Ia menegaskan tidak akan ada pelecehan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Peristiwa pelecehan TKI yang terpampang dalam “Kami mohon maaf atas kejadian kemarin (pelecehan iklan diskon TKI, red) di Malaysia. Kita akan memberikan jaminan dan tidak akan ada diskriminasi,” tegas Muhamad. Kebijakan merekrut tenaga di Indonesia, kata Mohamad, merupakan salah satu upaya persiapan menyambut tahun 2015 mendatang.

Baca:  Pengguna Speedy Instan Jatim Melesat

Pada tahun tersebut, lulusan SMK atau Sarjana bisa bekerja dimana saja tanpa batas. Karena standar penerimaan tenaga kerja akan di samakan semua. “Di ASEAN, tahun 2015 standar penerimaan pekerja akan disamakan. Jadi mereka (tenaga kerja, red) bisa bekerja dimana pun sesuai keinginan. Mereka bebas memilih,” tuturnya.

Sementara itu, Kadispendik Jatim Harun menanggapi positif keinginan Malaysia mengambil tenaga kerja dari lulusan siswa SMK. Menurutnya, keputusan Malaysia membuktikan lulusan siswa SMK berkualitas dan diminati banyak negara. “Kita ambil nilai positifnya. Ini merupakan peluang yang harus diambil, karena untuk bisa maju harus bersinergi dengan negara lain,” katanya.

Harun mengharapkan, kerja sama yang akan dibangun ini benar-benar menguntungkan kedua belah pihak. Dia mengaku tidak ingin Malaysia hanya
meminati tenaga dari Jatim, sedangkan mereka tidak mengirim siswanya untuk mengembangkan bakatnya ke Jatim. Untuk itu, kerja sama yang saling menguntungkan adalah bekerja bersama dan mencari ilmu bersama dengan cepat. “Saling bekerja dan mencari ilmu bersama, itu adalah kerja sama saling menguntungkan,” tuturnya.

Harun menuturkan, keputusan Malaysia memilih Jatim sebagai tempat mencari anak-anak dengan ketrampilan bagus tidak salah. Sebab, pertumbuhan ketrampilan siswa Jatim mengalami peningkatan cukup drastis, mencapai 7,8 persen. (nin/het/JPNN)

Baca:  Miris!, Ibu di Lamongan Pergoki Anak Mesum dengan Paman

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *