Home » Jawa Timur » Cukai Rokok Jatim Diprediksi Capai Rp 84 T
Master tukang, tutorial pertukangan

Cukai Rokok Jatim Diprediksi Capai Rp 84 T

industri rokok jatimCukai rokok Jatim diprediksi capai Rp 84 T. Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur memprediksikan cukai hasil rokok pada 2012 ini naik menjadi Rp 84triliun dari tahun lalu yang sebesar Rp 65 triliun. Peningkatan tersebut seiring dengan terus meningkatnya produksi rokok. “Tahun ini produksi rokok Jatim diperkirakan mencapai 260miliar batang atau meningkat 20 miliar batang dibanding tahun 2011 lalu.

Jumlah itu merupakan target dari roadmap produksi rokok 2015yang sangat memungkinkan bisa tercapai tahun ini,” kata Moch Samsul Arifien, Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Jatim, kepada Radar Surabaya, saat ditemui di kantornya, kemarin. Untuk mencapai produksi rokok sebanyak itu, Samsul mengatakan, dibutuhkan sekitar 260 ribu ton tembakau.

Saat ini produksi tembakau lokal di Indonesia hanya sekitar 180 ribu ton, sedangkan 80 ribu ton sisanya masih dipenuhi dari tembakau impor asal China dan Amerika Serikat. “Besarnya tembakau impor tersebut masih bisa dikurangi dengan meningkatkan produksi tembakau lokal,” ujar dia. Lebih lanjut Samsul menjelaskan, pendapatan dari cukai rokok Jatim itu tertinggi secara nasional. Jumlah itu diperoleh dari pembelian pita cukai oleh 1.367pabrik rokok besar dan kecil.

Baca:  10.000 CPNS Jatim Berebut 148 Kursi Pemprov Jatim

Dari segi produksi jumlah rokok, ribuan pabrik rokok di Jatim itu memiliki kapasitas 169,9 miliar batanglebih dari total produksi nasional yang sebanyak 240 miliar pada 2011. “Kontribusi Jatim terhadap pertembakauan nasional sebesar 83.404 ton atau sekitar 50- 55 persen dari kebutuhan nasional.

Artinya, dengan banyaknya jumlah produksi tembakau, maka wajar jika kontribusi untuk cukai rokok Jatim juga tinggi,” jelasnya. Kuantitas produksi memang mengalami kenaikan, namun kualitasnya mengalami penurunan karena masih terjadi kelembaban cuaca wilayah di Jatim yang mengalami hujan danangin.

Dengan kualitas yang menurun dan produksi yang meningkat, diprediksi harga pun masih bisa stabil, namun tak setinggi harga 2011yang  kualitasnya memang lebih bagus. “Tingginya harga tembakau 2011 karena pabrik rokok besar dan kecil berlombamemenuhi stok gudang setelah kekurangan stok di 2010 karena anomali iklim,” tandas Samsul. (nur/hen/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *