Home » Jawa Timur » Ekspor Alas Kaki Jatim Turun, Permintaan Domestik Seret
Master tukang, tutorial pertukangan

Ekspor Alas Kaki Jatim Turun, Permintaan Domestik Seret

pabrik alas kaki jatimProduksi alas kaki Jatim tahun 2012 terancam turun. Kegiatan ekspor pun diprediksi turun. Sementara pasar lokal pertumbuhannya kecil, hanya sekitar 5 persen. Program back to school yang diharapkan bisa mendongkrak permintaan pasar dalam negeri hingga 50 persen ternyata hanya sekitar 25-30 persen. Bahkan di beberapa toko stok melimpah. Ada yang dikembalikan ke pabrik karena gudang tidak cukup.

Sedangkan di pabrik juga penuh. “Saya telah bertemu dengan teman-teman, hampir semuanya mengeluhkan melemahnya pasar,” kata Alianto  Wibowo, pengusaha sepatu yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo, Kamis (7/9). Untuk ekspor alas kaki Jatim, kata dia, hingga saat ini order masih belum bertambah.

Order baru masih belum ada. Untuk order awal tahun ada yang minta pengirimannya ditunda karena stok masih menumpuk. Menurut Alianto,  sebenarnya pasar dalam negeri tidak melemah. Namun, karena makin banyak pabrik yang berkonsentrasi pada pasar dalam negeri, penjualan jadi menurun sehingga produksi juga ikut dikurangi.

Baca:  Gresik, Lamongan, Bojonegoro Waspada Banjir Bengawan Solo

Handoyo pedagang alas kaki cuci gudang mengatakan, sepatu yang dijualnya adalah yang dikembalikan ke pabrik oleh toko. Ini bisa terjadi karena
sales order terlalu banyak. Dia memberikan contoh, toko hanya order sepatu 5 unit untuk masing-masing nomor. Untuk mengejar bonus dan target, oleh sales order ditambah menjadi 10 unit untuk masing-masing nomor.

Perusahaan menambah produksi. Ketika sampai tahun ajaran baru selesai, sepatu masih menumpuk maka oleh toko dikembalikan dan pabrik kemudian menjual dengan harga murah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo mengatakan, sampai dengan Juli nilai ekspor alas kaki Jatim mencapai USD 287,332 juta. Turun 12,49 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 328,341 juta. (za/opi)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *