Home » Jawa Timur » Hasil Uji kompetensi Guru Jawa Timur Memprihatinkan
Master tukang, tutorial pertukangan

Hasil Uji kompetensi Guru Jawa Timur Memprihatinkan

uji kompetensi guru jawa timur Tingkat kelulusan uji kompetensi guru jawa timur Bersertifikasi (UKGB) di Jatim cukup mengenaskan. Dari total peserta uji kompetensi guru jawa timur yang mencapai 123.650 guru, ternyata tingkat kelulusannya hanya 70 persen saja. Ini berarti, ada 30 persen atau 37.095 guru peserta UKGB Jawa Timur yang  iperkirakan tak lulus dalam ujian yang digelar 30 Juli-10 Agustus 2012 lalu. “Ini belum termasuk yang akan mengikuti ujian tunda pada Oktober mendatang. Kami juga masih akan merapatkan dengan pusat, kapan hasil UKGB diumumkan, Agustus ini atau Oktober, setelah semuanya selesai ujian,” terang Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Salamun, Minggu (12/8).

Menurut Salamun, untuk hasil sementara, rata-rata nilai hasil uji kompetensi guru jawa timur hanya mencapai angka 44,55. Padahal, standar nilai minimalnya adalah 70. Melihat kenyataan tersebut, kata Salamun, kemungkinan akan ada upaya dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) untuk menurunkan passing grade nilai atau standar minimal nilai ujian. Tujuannya, agar tidak banyak guru yang dinyatakan tidak lulus UKGB. Artinya, UKGB tak ubahnya permainan semata, pekerjaan yang sia-sia, atau proyek mahal yang gagal.

“Kemungkinan passing  grade-nya disesuaikan. Tapi masih belum tahu, apakah menjadi 40, 50, atau tetap 70. Kalau 40, artinya, persentase kelulusan meningkat. Kalau tetap 70, ya persentase kelulusan kita menurun dan kecil sekali,” tutur Salamun. Salamun menambahkan, untuk guru-guru yang dinyatakan lulus dalam uji kompetensi guru jawa timur, selanjutnya akan mengikuti penilaian kinerja pada 2013. Sementara, guru yang dinyatakan tidak lulus, harus rela mengikuti diklat dan bimbingan pengembangan keprofesian selama beberapa bulan.

Baca:  ABG dan Tukang Bangunan Mesum Diladang Jagung Digerebek Warga

Dalam hal ini, kata Salamun, pihak LPMP Jawa Timur akan menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik) kabupaten/ kota setempat, untuk melaksanakan diklat tersebut.  Secara holistik dan terpadu, kedua pihak tersebut akan menggarap guru yang berkompetensi rendah. “Tidak mungkin dalam setahun LPMP mampu menggarap sekian puluh ribu guru yang tidak lulus uji kompetensi guru jawa timur itu. Jadi kami akan bekerja sama dengan Dispendik kabupeten/kota masing-masing, untuk memberikan PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, red), berupa diklat dasar, baik dari sisi akademik  maupun keprofesian. Pokoknya, mereka akan digembleng sesuai kekurangan masing-masing,” terang Salamun.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Zainuddin Maliki mengaku kecewa dengan hasil uji kompetensi guru jawa timur. Zainuddin mengungkapkan, secara umum, kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia, termasuk Jawa Timur, memang masih kurang. Sementara, tuntutan zaman semakin tinggi. Guru atau tenaga pendidik, saat ini, dituntut untuk memiliki kompetensi yang tinggi. Seperti, memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sesuai mata pelajaran yang diampuhnya, memiliki kompetensi pedagogik, dan kompetensi mentransformasikan ilmu kepada siswa dengan baik.

Baca:  Gubernur Jawa Timur Ajak Investasi ke Sektor Hiburan & Wisata

“Memang kompetensi dan profesionalisme para guru kita ini perlu ditingkatkan. Selama ini, mereka bekerja hanya berdasar bentuk pengabdian dan keikhlasan semata. Tapi kurang memperhatikan kompetensi yang mereka miliki itu. Pengabdian dan keikhlasan itu penting, tapi kompetensi juga tak kalah penting,” terang Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini. (nin/rie/het/jpnn)

Kata Pencarian:

diagram kelulusan UKG di jawa timur (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *