Home » Jawa Timur » Jatim Terima Bantuan 7.417 Ton Benih Unggul
Master tukang, tutorial pertukangan

Jatim Terima Bantuan 7.417 Ton Benih Unggul

bantuan benih jatimJatim Terima Bantuan 7.417 Ton Benih Unggul. Dinas Pertanian (Dispertan) terus berjuang untuk menggenjot produktivitas pertanian tanaman pangan di Jatim. Di sisi lain, upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani juga terus digenjot. Beberapa program yang dilakukan untuk mendorong produktivitas tanaman pangan strategis, misalnya penyediaan varietas unggul yang tahan terhadap organisme penggangu tanaman (OPT) dan genangan air.

“Untuk hal ini, Jatim menyediakan Cadangan Benih Daerah (CBD) sejumlah 255 ton untuk padi, dan 30 ton untuk jagung. Selain itu, kami juga telah menerima Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) sebanyak 7.417 ton,” papar Wibowo Eko Putro, Kepala Dispertan Jatim, belum lama ini.

Sedangkan untuk pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) petani, Dispertan memiliki program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), dan beberapa program lain.

Baca:  Kiriman TKI Jatim Mencapai Rp. 500 Miliar

Selain itu, penggunaan pupuk juga berpengaruh besar terhadap produktivitas tanaman pangan strategis. Dimana saat ini penggunaan pupuk masih didominasi pupuk kimia. “Belakangan kami aktif mendorong penggunaan pupuk organik. Akan tetapi memang belum bisa lepas dari pupuk kimia.

Namun, setidaknya kami telah melakukan pemberdayaam kepada 2.068 unit kelompok dengan memberikan bantuan Alat Pembuat Pupuk Organik (APPO) agar mereka meningkatkan penggunaan pupuk organik,” jelasnya.

Selain itu, Eko menambahkan, ketersediaan jaringan irigasi Jatim juga berperan besar. Dimana saat Dispertan Jatim ini telah melakukan perbaikan jaringan irigasi secara intensif. Pada tahun 2011 lalu ada sekitar 118.745 hektar jaringan irigasi yang diperbaiki. Sedangkan pada tahun 2012 ada sekitar 89.700 hektar jaringan yang diperbaikan.

Untuk mendukung hal itu, juga dioptimalkan program pengamanan produksi. Hal ini dapat mengurangi dampak dari tanaman yang puso akibat OPT maupun bencana alam. “Program tersebut cukup efektif untuk mengurangi dampak kerusakannya hingga mencapai 27,14 persen. Dimana lahan yang puso pada bulan Januari hingga April 2011 seluas 8.501 hektar, dan pada periode yang sama di tahun 2012 ini hanya sekitar 6.194 hektar,” pungkas Eko. (nur/opi/jpnn)

Baca:  Bejat!, Bulan Ramadhan "Ngamar" Siang Hari di Gerebek Pol PP

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *