Uncategorized

Jelang KTT APEC di Surabaya, Kota Pahlawan Berbenah

Jelang KTT APEC di Surabaya, Kota Pahlawan Berbenah. Salah satu persiapan pemkot menyambut kegiatan yang digelar pada 7-21 April mendatang, di antaranya mempercantik wajah kota. Misalnya, pemasangan umbul-umbul di balai kota, pengecatan median jalan, hingga pemasangan lampu pernak-pernik di sejumlah taman dan jembatan penyeberangan pejalan kaki.

Intinya, Kota Pahlawan tengah berbenah diri, karena di penghujung pekan ini event kaliber internasional telah menanti. Surabaya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) atau pertemuan ekonomi se-Asia Pasifik yang berlangsung 6-21 April 2013.

Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Surabaya, Ifron Hady, mengatakan, guna menyukseskan acara Apec di Surabaya tersebut, pemerintah kota tengah mematangkan sejumlah persiapan, seperti pengecatan median jalan di sejumlah ruas jalan, serta penertiban pedagang kaki lima (PKL) di beberapa titik.

Untuk persiapan sektor perdagangan, menurut Ifron, pihaknya mendapat pesan khusus dari Kementerian Luar Negeri yang menyoroti masalah barang bajakan. Sebab, pembajakan hak cipta sangat berpengaruh terhadap hubungan ekonomi antara Indonesia dan negara lain peserta APEC yang punya komitmen kuat pada hak paten. APEC merupakan pertemuan lintas negara yang tidak memandang bendera. Semua bersatu atas nama ekonomi.

Baca:  Nyamannya LS Coffe Resto dan Cafe Sidoarjo
apec di surabaya
foto:kompas

Penyelenggaraan forum APEC di Surabaya ini dibagi menjadi dua rangkaian, yakni Senior Officers Meeting (SOM) ke-2 pada 7-19 April yang dihadiri pejabat peserta APEC setingkat direktur jenderal. Puncaknya pada 19-21 April 2013, diadakan Ministers Responsible for Trade (MRT) yang dihadiri pejabat setingkat menteri perdagangan.

Jumlah delegasi APEC di Surabaya diperkirakan mencapai 2.000 orang dari 21 negara serta tiga orang pengamat. Selama sekian hari, penyelenggaraan mereka akan terlibat dalam sedikitnya 38 pertemuan.

Surabaya sudah beberapa kali menjadi tuan rumah pertemuan internasional. Sebelumnya pada 2011, Asean Mayor Forum (Forum wali kota se-Asia Tenggara) dihelat di Surabaya tahun 2011. Menyusul tahun 2012, Citynet atau pertemuan wali kota sedunia yang “singgah” di Surabaya.

“Surabaya sudah berhasil menyita perhatian dunia melalui prestasinya. Dari segi infrastruktur, fasilitas umum, hotel, dan kemudahan lainnya, kota ini dinilai layak menjadi tuan rumah APEC,” kata Ifron, Selasa (1/4/2013) di Surabaya.

Selaku tuan rumah, pemkot nampaknya tidak mau mengecewakan para peserta yang berasal dari 21 negara itu. Selain memberikan kesan cantik kota Surabaya, panitia juga akan memberi rasa aman dan nyaman selama peserta mengikuti kegiatan KTT APEC di Surabaya 2013.

Baca:  118.354 Warga di Bojonegoro Terima BLSM Tahap II

“Kita sudah berupaya maksimal agar menjadi tuan rumah yang baik. Kita harapkan delegasi yang datang diperkirakan mencapai 1.500 sampai 2.000 orang dari 21 negara plus 3 pengamat punya kesan positif selama di Surabaya,” kata Ifron Hady, kemarin.

Momentum kegiatan tingkat internasional itu, diakui tidak akan disia-siakan oleh Pemkot Surabaya. Dengan kegiatan 38 meeting para peserta APEC di Surabaya, pemkot akan menggandakan paket wisata Kota Surabaya. Agar peserta ketika penat selepas meeting bisa menikmati keindahan kota Surabaya.

Alumnus S-2 Hubungan Internasional, Monash University of Melbourne-Australia ini menegaskan sebenarnya Surabaya bukan yang pertama menjadi tuan rumah pertemuan internasional. Karena di 2011, Asean Mayor Forum (Forum Wali kota se-Asia Tenggara) dihelat di Surabaya
dan setahun berikutnya digelar Citynet (pertemuan wali kota dunia).

Disebutkan untuk 7-19 April akan berlangsung SOM APEC di Surabaya atau pertemuan pejabat setingkat Dirjen Kementerian. Lalu MRT yang dihadiri para menteri akan digelar di Grand City Mall. Untuk memperlancarkan kegiatan, di Jl Embong Malang akan diberlakukan contra flow. Contra flow akan menggunakan satu lajur sisi kiri (selatan) dengan lebar 3,5 meter.

Baca:  KPK Tangkap Kakak dan Pengacara Saipul Jamil Terkait Suap Kasus Cabul?

Lajur tersebut nantinya digunakan delegasi APEC di Surabaya dari Hotel JW Marriott yang hendak menuju Hotel Sheraton. Dengan panjang lajur khusus kurang lebih 500 meter. “Peserta APEC akan kita manjakan dengan menawarkan 10 paket tur dalam kota secara gratis. Mulai wisata religi, belanja, kuliner, sejarah, budaya, lingkungan serta olahraga,” terangnya.

Beberapa destinasi wisata yang masuk dalam 10 paket tur itu seperti Masjid Ampel, Gereja Kepanjen, rumah kelahiran Bung Karno, House of Sampoerna, Balai Pemuda, Balai Kota, dan Taman Jayengrono. Selain itu, Tunjungan Plaza, Monumen Jalesveva Jayamahe, Jembatan Suramadu, Hotel Majapahit, hingga menonton karapan sapi di THP Kenjeran.

Termasuk para peserta APEC di Surabaya akan diajak menikmati car free day atau hari tanpa kendaraan bermotor di ruas Jl Raya Darmo. “Kita akan sediakan ratusan sepeda onthel bagi mereka yang ingin menyusuri jalanan Kota Surabaya.” (radarsby.com/jpnn/kompas)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman