Home » Gresik » Peristiwa » Jual Beli Kapling Laut Ujungpangkah Gresik Mulai Diusut Polres

Jual Beli Kapling Laut Ujungpangkah Gresik Mulai Diusut Polres

kapling-laut-ujung-pangkahJual Beli Kapling Laut Ujungpangkah Gresik Merusak Ekosistem. Hal ini disampaikan oleh LSM Formasi (Forum Bersama Masyarakat Pantai) yang melakukan kajian mengenai dampak kerusakan lingkungan akibat aktifitas jual-beli kapling laut ujungpangkah Gresik. LSM Formasi Ujungpangkah-Gresik melaporkan perusakan terumbu karang dan hutan bakau beserta jual-beli kaplingan pantai di Desa Ngimboh Kecamatan Ujungpangkah-Gresik ke Polda Jatim

Dalam surat laporan LSM Formasi bernomor 22/LSM-FORMASi/XI/2012 dijelaskan pengerusakan terumbu karang dilakukan oleh PT Orela Shipyard dan PT Mitra Artha Gema Pertiwi.

Menurut mereka kedua perusahaan tersebut melakukan penebangan hutan bakau dan terumbu karang menggunakan alat berat seperti eksavator. Bahkan kerusakan yang ditimbulkan terumbu karang rusak dan mati.

“Kegiatan itu tidak sesuai dengan UU No.27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil maupun PP No. 19 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan Pengerusakan Laut,” ujar Ketua Formasi Ujungpangkah, Nafishul Athok, Selasa (25/12/2012).

Ditambahkannya, pemerintahan desa Ngimboh Kecamatan Ujungpangkah harus bertanggungjawab atas keruskan tersebut. Pasalnya, pengapilingan dan pengerukan laut untuk diperjualbelikan secara pribadi dengan sepengetahuan pemerintah desa Ngimboh Kecamatan Ujungpangkah.

Baca:  Ratu Sabu Gresik Diganjar Hukuman 6 Tahun Penjara

Ditambahkan Gus Atho-sapaan akrab Ketua Yayasan PP Mambaul Ihsan itu, pihaknya mendapat informasi kalau ada keterlibatan Pemkab Gresik yang mengeluarkan ijin prinsip pada perusahaan yang melakukan pengerusakan terumbu karang tersebut. “Salah kalau Pemkab Gresik mengeluarkan ijin prinsip pada perusahaan yang merusak lingkungan,”tandasnya.

LSM Formasi Ujungpangkah meminta permasalahan tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku agar kerusakan lingkungan tak meluas. Surat laporan tersebut, tembusannya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan. Perikanan Kementerian Kelautan, Menteri Hukum dan HAM, Kejagung, Kapolri maupun Mendagri.

Polres Gresik Mulai Mengusut Kasus Kapling Laut Ujungpangkah Gresik

Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gresik segera memeriksa tersangka korupsi jual beli kavling laut. Untuk itu, sejumlah bukti dan keterangan saksi akan diperkuat penyidik guna penyidikan tersangka.

Baca:  Mantan JPU Kejari Gresik Siap Bongkar Hilangnya Bukti kayu

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP M Nur Hidayat mengatakan, hingga kini pihaknya terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Juga bukti
pendukung jual beli kavling laut di di Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah. Saat ditanya hasil pemeriksaan, polisi enggan memberikan
keterangan secara detail.

Kanit Tipikor Satreskrim Iptu Arif Rosyidi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Pendalaman yang dimaksud adalah, dengan mencari peraturan atau undangundang yang bisa digunakan untuk menjerat pelaku pengkaplingan laut tersebut. “Ya ini saya masih searching mengenai apa definsi sempadan sungai, laut, dan sebagainya,” terangnya.

Iptu Arif menolak jika dikatakan polisi dianggap tidak serius menangani kasus tersebut. “Karena kami ini sudah bekerja keras, hanya saja kami memang sangat berhati-hati dalam menanganinya,” paparnya.

Sebelumnya, Polres Gresik memang sudah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang saksi terkait kasus tersebut. Mereka dipanggil oleh polisi sejak 8 Desember 2012 lalu. Namun, hingga saat ini masih belum ada lagi pemeriksaan terhadap para saksi terkait kasus tersebut.

Baca:  Hukum di Gresik Tumpul, Gadis Diperkosa Hanya Diselesaikan Secara Adat

Padahal, menurut informasi yang disampaikan oleh salah seorang warga Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah Nafisul Atho, rencananya
polisi memanggil kembali beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan sebelum tanggal 25 Desember. “Waktu itu saya dapat informasinya dari salah seorang penyidik di Polres Gresik,” ungkapnya.

Atho menambahkan, saat ini warga sudah berupaya menahan amarah mereka terkait dengan pengkaplingan laut di Desa Banyu Urip Kecamatan
Ujung Pangkah. Bahkan, warga juga sering diprovokasi oleh pihak aparat desa terkait pengkaplingan laut itu. Salah satu bentuk provokasi yang dilakukan oleh aparat desa itu adalah dengan mendatangkan beberapa eskavator, dan menguruk lagi laut di desa itu. “Bahkan, saat menguruk laut mereka menantang warga desa, untuk mendemo mereka,”pungkasnya. (LI.com/Radargresik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *