Home » Gresik » Pendidikan Gresik » Kabar Buruk, Tunjangan Profesi Guru di Gresik Dikepras Rp. 94 Milyar

Kabar Buruk, Tunjangan Profesi Guru di Gresik Dikepras Rp. 94 Milyar

Kabar Buruk, Tunjangan Profesi Guru di Gresik Dikepras Rp. 94 Milyar.Upaya penyehatan anggaran oleh kemenkeu membuat banyak pemerintah daerah kelimpungan. Tidak terkecuali pemkab Gresik yang harus mencari solusi atas dikeprasnya dana tunjangan profesi guru.

Pemotongan anggaran tunjangan profesi guru (TPG) oleh Kemenkeu nyaris berimbas ke pembayaran TPG ribuan guru di Kabupaten Gresik.

Pemotongannya pun tidak main-main, mencapai Rp 94,19 miliar. Untungnya, ada sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). Total anggaran untuk TPG mencapai Rp 209,321 miliar.

Itu merupakan tunjangan untuk 5.985 guru yang sudah sertifikasi. Saat rapat paripurna DPRD Gresik membahas APBD Perubahan 2016 pada Selasa (13/9), kabar tersebut jadi pertanyaan.

Baca:  Kadispendik Gresik: SMAN 1 Kebomas Harus Kembalikan Pungli

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Mahin membenarkan kabar pemotongan jatah TPG guru-guru di Kota Pudak. ’’Itu imbas pemotongan Rp 23,3 triliun anggaran TPG oleh Kemenkeu,” ujarnya Rabu (14/9).

Mahin menjelaskan, yang distop adalah jatah dana TPG untuk pencairan triwulan ketiga dan keempat. Anggaran untuk triwulan pertama dan kedua sudah ditransfer ke setiap rekening penerima.

Pencairan terakhir dilakukan pada akhir Juli lalu. Apa langkah dispendik? Mahin menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tersebut sama sekali tidak berdampak.

Dia menjamin pencairan TPG triwulan ketiga dan keempat tetap aman. Dispendik pun meminta guru penerima TPG tidak khawatir. ’’Sejauh ini TPG masih aman. Tetap cair,” tandasnya.

Baca:  Petrokimia Gresik Bangun Fasilitas Pendidikan Anak Rp. 1,4 Miliar

Ditanya soal anggarannya, Mahin menuturkan bahwa TPG Rp 94,19 miliar itu dibayar dengan dana Silpa 2015. Saat ini masih ada silpa anggaran TPG sekitar Rp 100 miliar di kas daerah.

Nah, sisa anggaran itulah yang dipakai untuk menutupi kekurangan transfer dana alokasi khusus (DAK) nonfisik dari APBN tersebut.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dispendik Menthik yang diwakili pegawainya, Choirul Arif, mengungkapkan bahwa sisa anggaran TPG selalu muncul sejak 2014. Sisa itu disampaikan ke pemerintah pusat.

Dokumen pelaporan dilampirkan bersama-sama realisasi pencairan TPG pada tahun berjalan. Tetapi, sisa lebih anggaran tersebut seperti tidak dihiraukan oleh Kemenkeu.

Buktinya, anggaran TPG selalu ditransfer penuh sesuai jumlah guru penerima sertifikasi. Bahkan, ada tambahan 10 persen dari nilai kebutuhan. (jawapos.com)

Baca:  Naskah Unas SD Kabupaten Gresik Siap Didistribusikan

 

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *