Uncategorized

Kacau, Banyak Nilai Unas SD di Jatim yang Belum Keluar

Kacau, Banyak Nilai Unas SD di Jatim yang Belum Keluar. Hasil perolehan nilai Ujian Nasional (unas) di jenjang Sekolah Dasar (SD), masih belum diumumkan hingga Jumat (7/6) kemarin. Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim juga belum mengumumkan peringkat nilai tertinggi unas SD.

Informasi yang berkembang menyebutkan, bahwa hal itu karena banyak nilai yang kosong. Kondisi ini berbeda dengan hasil unas SMA yang bisa diumumkan sebelum hari H. Kadis Pendidikan Jatim Harun menyatakan, pada Rabu (5/6) lalu dispendik kabupaten/kota dikumpulkan di Hotel Oval.

Pertemuan itu dalam rangka penyerahan nilai unas ke dispendik kabupaten/ kota. Walaupun sudah menyerahkan nilai ke dispendik, kata Harun, pihaknya sendiri belum tahu siapa siswa yang meraih nilai tertinggi se-Jatim. “Sampai sekarang kami belum mengetahuinya,” jelasnya, kemarin (7/6).

Baca:  Disperindag Kembangkan Basis Industri Kreatif Jawa Timur

Menurut Harun, pihaknya masih menunggu hasil verifikasi dari dispendik kab/kota terkait hasil unas yang paling tinggi. Lantas, hasil verifikasi nilai dari daerah itu nanti akan diserahkan ke Dispendik Jatim.

Setelah itu, pihaknya baru akan merekap siapa siswa yang paling tinggi nilai unasnya. Rilis nilai tertinggi tingkat Jatim itu tentu dilaksanakan setelah nilai unas SD diumumkan kepada siswa. “Sesuai kesepakatan, besok (hari ini, red),” terang Harun.

Sementara itu, Kabid TK/SD/PK Dispendik Jatim Nuryanto menyatakan, nilai unas SD sengaja diserahkan ke dispendik kabupaten/kota untuk diverifikasi. Sebab, banyak nilai unas yang kosong. Tapi dia mengaku tidak hafal. Karena banyaknya nilai yang kosong tersebut, maka dia tidak berani mengumumkan siswa peraih nilai unas tertinggi.

Baca:  Surabaya Eco School Tentukan 3 Sekolah Sebagai Pemenang

Sekadar diketahui saja, jumlah siswa SD/MI yang mengikuti unas sebanyak 650.533 anak. Menurut Nuryanto, pihaknya masih menunggu data dari kab/kota, agar hasilnya lebih valid. Apalagi, untuk Unas SD, verifikasi itu dilakukan dispendik, karena merekalah yang melakukan scanning nilai unas SD.

Jadi, pihak kab/kota yang lebih tahu kenapa nilai itu kosong. Kemungkinan ada yang salah scanning atau ada siswa yang memang tidak mengikuti unas. Itu semua dispendik kabupaten/kota yang tahu. Untuk unas SD, Dispendik Jatim hanya bertugas melakukan scoring. Proses scoring itu pun menunggu program scoring dan kunci jawaban dari pemerintah pusat, karena merekalah yang memegang program dan data tersebut. Menurutnya, program scoring dan kunci jawaban itu baru diberikan oleh pusat pada Selasa (4/6) lalu.

Baca:  Surabaya Raih Juara Indonesian Green Region Award 2012

Menurut Nuryanto, proses unas SD memang berbeda dengan unas SMP dan SMA. Nuryanto menyatakan, dalam unas SMA, perguruan tinggilah yang bertugas melakukan scanning, sedangkan proses scoring dilakukan pusat. Untuk unas SMP, tim dari Dispendik Jatim yang melakukan scanning, sedangkan scoring dilakukan pusat. (nin/nis/het/radarsby.com/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman