Home » Gresik » Peristiwa » Kajari Gresik Ketipu Mafia Tanah Gunung Lengis
kajari gresik
foto:Januar - Radar Gresik

Kajari Gresik Ketipu Mafia Tanah Gunung Lengis

Kajari Gresik Ketipu Mafia Tanah Gunung Lengis. Tengara jika lahan untuk calon stadion di Gunung Lengis Kelurahan Segoromadu Kecamatan Kebomas dikuasai spekulan menguat. Ini terjadi setelah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari Gresik), Bambang Utoyo SH merasa tertipu oleh jual beli di lahan tersebut. Tanah yang diklaim milik perseorangan ternyata dikuasai oleh Pemkab Gresik. Ironisnya, orang nomor satu di Kejaksaan Negeri ini telah menyetor uang sebesar Rp 103 juta.

Sejak dinyatakan sebagai lokasi calon stadion, wilayah Gunung Lengis menjadi incaran spekulan dan mafia tanah. Sejumlah pejabat di lingkungan Muspida Gresik, pengusaha, kalangan dewan dan orang dekat kekuasaan mengincar tanah tersebut. Selain memiliki prospek bisnis kedepan, mereka juga berharap bisa mendapat ganti rugi yang tinggi jika terkena pembebasan.

Baca:  Razia Kos di Gresik Polisi Amankan Pasangan Bukan Muhrim

Terkait jual beli tanah yang dilakoninya, Kajari Gresik Bambang Utoyo tidak menampik hal itu. Kepada Radar Gresik, mantan Kajari Maros Sulsel ini mengaku berang dengan tidak jelasnya status tanah yang ada di Gunung Lengis Kelurahan Segoro Madu Kecamatan Kebomas. Kajari menceritakan, dia melakukan transaksi jual beli dengan Tohir Ilyas, pemilik 2,5 hektar tanah di sekitar Gunung Lengis pada Mei 2012 lalu.

Dari luas 2,5 hektar, Bambang hanya membeli 1 hektar dengan harga yang disepakati Rp 200 juta. Pejabat ini berani membeli karena Tohir Ilyas menunjukkan bukti Petok D serta surat pembayaran PBB. “Benar memang saya membeli 1 hektar saja. Sementara yang 1,5 hektar sudah diambil alih Pemkab Gresik melalui ruislag dengan tanah di Sidayu pada tahun 1996 oleh Bupati Djuhansyah waktu itu,” paparnya.

Baca:  Kejaksaan Gresik Ketakutan Bongkar Kasus Korupsi Kapal

Singkatnya, Kajari Gresik menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp 103 juta kepada Tohir Ilyas. Setelah itu, dia didatangi oleh Lurah Segoromadu. Kepadanya, Lurah Segoro Madu mengatakan jika semua tanah yang ada di Gunung Lengis itu sudah menjadi milik Pemkab Gresik. “Jadi dia bilang, tanah seluas 2,5 hektar itu milik Pemkab Gresik. Lha terus kok bisa kejadiannya seperti itu?”tukasnya.

Tidak puas dengan jawaban Lurah Sidomoro, Kajari Gresik memanggil Kepala DPPKAD Gresik, Yetty Sri Suparyati dan Sekkab Gresik, Moch Najib. “Mereka saya datangkan ke sini untuk saya mintai penjelasannya,”jawabnya. Kepala DPPKAD Yetty Sri Suparyati saat dikonfirmasi membenarkan, jika dia dan Sekkab Gresik dipanggil Kajari Gresik terkait masalah tanah. Hanya saja, Yetty enggan menjelaskan secara detail isi pertemuan yang dilakukan awal pekan ini.(jan/ris/Radar Gresik/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *