Home » Uncategorized » Biaya Kampanye Calon Gubernur Jatim Mencapai Angka 750 Miliar
pilgub jatim

Biaya Kampanye Calon Gubernur Jatim Mencapai Angka 750 Miliar

Sejumlah sumber di lapangan menyebut, pasangan cagub-cawagub membutuhkan dana setidaknya Rp 750 miliar. Angka itu jauh di atas perhitungan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Martono. Martono menaksir kebutuhan dana minimal Rp 100 miliar. Dengan begitu, pada pilgub tahun ini uang politik yang beredar sekitar Rp 2,9 triliun. Pemprov juga menggelontorkan dana sekitar Rp 725,1 miliar untuk pilgub satu putaran.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya Haryadi mengatakan, kekuatan uang masing-masing calon ikut menentukan hasil pilgub pada
29 Agustus mendatang.

Menurut hitungan kasar Haryadi, ongkos politik pilgub bisa saja melebihi angka Rp 200 miliar. Sudah menjadi rahasia umum, praktik pemberian uang kepada konstituen sering dilakukan secara diam-diam di lapangan. “Meskipun banyak orang mengecam money politics, nyatanya tidak bisa dihindari di berbagai pemilukada,” ucapnya.

Baca:  Pilgub Jatim 2013 Pemuda PDIP Ajukan Sirmadji - Bambang DH

Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Kar-Sa) memang layak diunggulkan dalam bursa pemilihan gubernur Jawa Timur. Selain berstatus petahana (incumbent), kekayaan pasangan KarSa lebih banyak daripada dua pasangan lain.

Kekayaan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Gubernur Jatim, sebesar Rp 10.030.787.140. Dengan begitu, total kekayaan KarSa sekitar Rp 21,30 miliar. Adapun kekayaan cagub yang diusung PDI Perjuangan, Bambang Dwi Hartono, yang dilaporkan ke KPK sebesar Rp 4.626.129. Sementara calon wagub yang mendampingi Bambang DH, HM Said Abdullah melaporkan kekayaannya sebesar Rp 4.069.697.625.

Total kekayaan si Jempol alias Bambang-Said mencapai Rp 8,68 miliar. Bagaimana dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja? Kekayaan Khofifah yang dilaporkan ke KPK per 6 Mei 2008 sebesar Rp 3.593.118.228. Sedangkan Herman Sumawiredja tercatat Rp 4.997.347.993. Artinya, total kekayaan pasangan Khofifah-Herman hanya Rp 8,58 miliar. “Tapi kita belum tahu berapa kekayaan terakhir mereka. Itu masih data lama,” kata Agus Mahfudz, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim.

Calon tajir lebih mudah menyebar pengaruhnya ke masyarakat. “Harus diakui bahwa ongkos politik itu mahal,” katanya. Biaya politik itu, Haryadi melanjutkan, penting untuk menyiapkan tim sukses. Calon juga perlu meneydiakan alat peraga di seluruh kabupaten/kota, membayar saksi, biaya operasional, sampai ‘permainan uang’ yang akan dibagi-bagi kepada calon pemilih.

Baca:  Partai Nasdem Jatim Bergolak Sebagian Jajaran Pengurus Mundur

Terpisah, ketua tim pemenangan Kar-Sa, Toni Sunarto, mengaku tidak mengetahui nilai kekayaan Soekarwo dan Saifullah Yusuf. ”Tapi, kalau mau dipakai untuk pemenangan, ya, sah-sah saja. Tidak ada yang melarang,” katanya. Toni menegaskan, semua dana yang masuk ke tim pemenangan, baik dari kekayaan pribadi maupun sumbangan pihak lain, pasti dilaporkan kepada KPU. ”Semua itu terbuka kok,” katanya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *