Home » Uncategorized » Kampanye Cukur Brengos di Jember Sambut Bambang DH
bambang dh di jember

Kampanye Cukur Brengos di Jember Sambut Bambang DH

bambang dh di jemberKampanye Cukur Brengos di Jember Sambut Bambang DH. Kampanye pilgub jatim 2013 semakin semarak dan menarik, para calon gubernur jatim semakin inovatif dalam berkampanye. Seperti kampanye yang dilakukan oleh para pendukung Bambang-Said di kabupaten Jember.

Kampanye terbuka calon Gubernur Jawa Timur Bambang DH di Jember, diwarnai aksi kampanye cukur brengos oleh para pendukungnya. Aksi ini merupakan simbol keinginan pendukung Bambang agar ada perubahan kepemimpinan di Jatim.

“Sudah saatnya terjadi perubahan di Jawa Timur. Sudah saatnya Jawa Timur dipimpin kaum muda seperti Pak Bambang. Coba anda lihat, dengan mencukur kumis mereka akan tampak lebih muda,” kata Bukri, yang juga ketua Fraksi PDIP DPRD Jember, Jumat (16/8/2013).

Baca:  Pilgub Jatim 2013 Bambang DH Bakal Hadapi Soekarwo

Dalam orasinya di lapangan Aurora Kecamatan Balung, Bambang DH mengingatkan bahwa Pilgub 2013 adalah momentum penting bagi perubahan Jawa Timur. “Pilgub bukan soal sembako atau selembar uang. Pilgub adalah momentum dimana rakyat Jawa Timur menentukan pilihannya. Karena itu, gunakan pikiran sehat dan hati nurani. Bagi siapa pun yang ingin perubahan Jawa Timur,” kata Bambang DH.

Mantan wakil walikota Surabaya ini mengingatkan kepada rakyat Jawa Timur agar mewaspadai kecurangan. Karena, ada rekam jejak buruk di masa lalu, dimana Pilgub tahun 2008 diwarnai banyak kecurangan dan politik uang. Mahkamah Konstitusi pun sampai memutuskan untuk mengulang coblosan di beberapa daerah, dan menghitung ulang suara.

Baca:  Nasib Khofiffah "Digantung" Oleh KPU Jatim

Sebelum kampanye rapat umum, Bambang DH mengunjungi pertanian plasma di Dukuh Dempok, Desa Purwojati, Kecamatan Wuluhan. Pertanian itu diorganisir Panah Merah, dengan total produksi benih 5 ribu ton per tahun, mencakup Jember, Lumajang dan Banyuwangi. Panah Merah memiliki mitra sebanyak 7 ribu petani, dengan total tenaga kerja 35 ribu orang.

“Alhamdulillah, bapak mau mengunjungi petani. Sampai sekarang saja belum pernah ada pejabat yang datang ke sini,” ungkap Ny Mas’udah, seorang petani. (detik.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *