Home » Gresik » Instansi & Dinas » Kapolres Gresik Ikut Digugat Mantan Anggota Dewan

Kapolres Gresik Ikut Digugat Mantan Anggota Dewan

Kapolres Gresik Ikut Digugat Mantan Anggota Dewan. Mantan anggota DPRD Gresik Ir. Imron Zuhdi Muchtarom menggugat Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim karena dinilai bertindak sewenang-sewenang terhadap penggugat dalam penyelidikan kasus pidana.

Kendati yang digugat utama adalah H. Sadji Ali Afandi, warga Jl Akim Kayat 7F, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik, namun dalam surat gugatannya, Imron juga menyertakan Notaris Novalinda Jonafrianti SH dan Kapolres Gresik sebagai turut tergugat satu dan dua.

Imron Zuhdi yang didampingi penasihat hukum dari kantor Ma’ruf Syah & Partners Law Firm kemarin (10/12) mendatangi Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Gresik Purwatmi Kartika SH untuk mendaftarkan gugatannya.

Dalam surat gugatan disebutkan bahwa perkara ini bermula pada Desember 2010 silam ketika penggugat Imron Zuhdi dan tergugat Sadji Ali Afandi sepakat melakukan jual beli sebidang tanah. Tanah seluas 9.130 m2 dengan SHM No. 397 milik penggugat yang terletak di Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik sepakat dibeli oleh tergugat dengan harga Rp 300 juta.

Baca:  Polres Gresik "Menggembosi" 144 Anggotanya

Semula kesepakatan itu berjalan mulus meski tegugat melakukan pembayaran harga tanah yang dibelinya dengan secara mengangsur. Namun entah mengapa, sebelum harga tanah dilunasi pihak pembeli alias tergugat tapi tiba-tiba dia sudah memegang akte jual beli yang dikeluarkan Kantor Notaris Novalinda Jonafrianti SH yang berkedudukan di Jl Margasatwa Raya No. 27, Cilandak, Jakarta Selatan.

Persoalan baru muncul ketika Imron Zuhdi menerima surat panggilan dari kepolisian setempat pada 9 September 2013. Kendati belum menjadi tersangka, namun Imron dilaporkan pihak tergugat Sadji Ali Afandi telah melakukan dugaan tindak pidana penggelapan sertifikat hak milik No. 397 yang sudah dianggap milik pelapor.

“Kapolres Gresik turut kami jadikan sebagai turut tergugat kedua karena telah secara sewenang-wenang menggunakan kewenangannya melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penggelapan yang didugakan kepada klien kami. Padahal akte jual beli yang dijadikan dasar penyelidikan tidak sah di mata hukum,” ucap Ma’ruf Syah SH MH usai mengantar kliennya memasukkan daftar gugatan, kemarin. (surabayapagi)

Baca:  Pemkab Gresik Beri Bantuan Peralatan Produktif untuk Lansia

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *