Home » Gresik » Instansi & Dinas » Kasihan!, Insentif Tak Kunjung Cair, 600 Guru Honorer di Gresik Demo
demo guru honorer gresik

Kasihan!, Insentif Tak Kunjung Cair, 600 Guru Honorer di Gresik Demo

Kasihan!, Insentif Tak Kunjung Cair, 600 Guru Honorer di Gresik Demo. Sekitar 600 guru honorer non K2 yang biasa mengajar di sekolah-sekolah negeri Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berunjuk menggelar aksi demonstrasi damai di depan gedung DPRD Gresik, Kamis (13/9/2018). Mereka meneriakkan yel-yel sambil membawa beberapa poster.

Mereka menuntut kenaikan dana insentif yang dijanjikan pemerintah daerah. Dari semula dana yang diterima Rp 250.000 menjadi Rp 500.000. “Kemarin saat awal tahun, memang sudah ada janji dari pemerintah, jika dana insentif yang kami terima akan naik menjadi Rp 500.000. Sebenarnya kami juga tidak akan melakukan ini, kalau saja swasta sama-sama nggak menerima,” ujar Korlap aksi, Lutfi Syarifudin.

Baca:  Keren!, Tim Bulu Tangkis Gresik Raih Juara Umum Tingkat Propinsi

Lutfi mengatakan, guru di sekolah-sekolah swasta sudah menerima insentif Rp 300.000 sejak awal 2018. Sementara guru non K2, hingga kini masih menerima dana Rp 250.000. “Entah karena politisasi atau apa, makanya kami ke sini sekaligus ingin menanyakan kepada anggota dewan, bagaimana kelanjutan dari apa yang sudah mereka sempat janjikan bersama bupati beberapa waktu lalu,” ucap guru SD Negeri Kandangan, Cerme tersebut.

Lutfi mengatakan, 600 orang yang berunjukrasa hanya sebagian dari jumlah guru non K2. Total keselururuhannya mencapai 2.500 guru. Mereka tersebar di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Gresik. Akhirnya, beberapa perwakilan guru non K2 diperkenankan bertemu Komisi 4 DPRD Gresik.

Sekitar satu jam mereka pun berdialog. “Insya Allah sudah clear, dengan nantinya setiap guru yang termasuk dalam data akan mendapatkan sebesar Rp 6 juta,” tutur Ketua Komisi 4 DPRD Gresik, Khoirul Huda.

Baca:  Revitalisasi Alun-alun Gresik Akan Jadi Proyek Multi Year

Huda menjelaskan, kenaikan dana insentif sebelumnya memang belum bisa diberikan. Selain karena perbup (peraturan bupati) yang belum dapat dilaksanakan, Disdik (Dinas Pendidikan) dinilai kurang profesional. “Sementara kalau yang ada di data kami itu sebanyak 1.970 guru, sesuai dengan daftar NIG (Nomor Induk Guru),” tuturnya.  (Kompas.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *