Home » Hukum dan Kriminal » Kaur Kesra dari Gresik Jadi Jambret, Digebuki Massa

Kaur Kesra dari Gresik Jadi Jambret, Digebuki Massa

Kaur Kesra dari Gresik Jadi Jambret, Digebuki Massa. Berdalih terbelit hutang, M Mustofa (38) nekat menjambret tas seorang guru di Jalan Raya Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto.

Akibatnya, pria yang menjabat Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) atau Modin di Desa Mojogede, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu babak belur dihajar warga.

Kapolsek Dawarblandong AKP Suharso mengatakan, korban penjambretan ini adalah Sunartini (49), guru SDN Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong. Saat kejadian, korban mengendarai moror Honda Vario menuju ke Kupang, Kecamatan Jetis untuk mengambil gaji di ATM BRI.

Sampai di Jalan Raya Manyarsari, korban dihadang oleh pelaku yang mengendarai motor Honda Beat warna biru putih bernopol W 3428 LE. Korban yang kaget pun menghentikan laju sepeda motornya. Tanpa banyak bicara, Mustofa yang memang mengincar korban menarik sebuah tas warna krem yang tergantung di stir motor korban.

“Sadar tasnya dirampas orang, korban langsung teriak meminta pertolongan. Korban juga mengejar pelaku yang kabur ke arah selatan,” kata Suharso kepada wartawan, SEnin (4/1/2016).

Sial bagi Mustofa. Pria yang sehari-hari menjabat Kaur Kesra Desa Mojogede ini justru terlibat kecelakaan di Jalan Raya Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong saat berusaha kabur. Sepeda motor yang dia kemudikan bertabrakan dengan sepeda motor Honda Beat bernopol W 3113 KT yang dikendarai Wulyo (30) asal Bareng, Jombang.

Lebih sial lagi, korban Sunartini juga menghampiri pelaku di lokasi kecelakaan. Melihat tas miliknya masih berada di tangan Mustofa, guru SDN Pulorejo itu pun berteriak ‘maling’. Tak pelak Mustofa pun menjadi bulan-bulanan warga sekitar. Beruntung aksi massa itu bisa dihentikan anggota polisi yang sedang patroli.

“Barang bukti dan pelaku penjambretan langsung kami amankan ke kantor (Polsek Dawarblandong),” ujar Suharso.

Dari tangan Mustofa, polisi menyita barang bukti berupa tas warna krem milik korban yang besi uang tunai Rp 129.000 serta sepeda motor yang digunakan pelaku menjalankan aksinya.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 365 ayat 2 huruf 1e KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasaan ancaman 12 tahun penjara,” tandas Suharso.

Sementara Mustofa mengaku baru sekali melakukan aksi penjambretan. Dia berdalih nekat menjambret lantaran terbelit hutang.

“Saya binggung. Saya punya utang Rp 200 ribu sehingga saya menjambret. Sebelumnya saya tidak pernah menjambret, ini yang pertama kalinya,” ucapnya singkat.

 

Detik.com | Enggran Eko Budianto

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *