Uncategorized

Kejati Jatim Akan Selidiki Hilangnya Bukti Kayu di Kejaksaan Gresik

kajati jatim
foto:harianterbit.com

Kejati Jatim Akan Selidiki Hilangnya Bukti Kayu di Kejaksaan Gresik. Berkurangnya barang bukti kayu ilegal saat di simpan di gudang yang berada dibawah otoritas kejaksaan negeri Gresik akan diusut oleh kejati Jatim. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati Jatim) menyatakan bahwa kasus ini akan diusut oleh tim pemeriksa yang sudah dibentuk Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tim ini akan segera turun ke Gresik. “Kita pelajari kasus itu dan turunkan tim ke sana (Gresik, red),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Arminsyah.

Menurutnya Kepala Kejati Jatim, memang agak rumit dalam menangani penyimpanan barang bukti. Meski begitu, pihaknya akan tetap menelusuri kenapa barang bukti itu bisa berkurang banyak. “Kalau ada penyimpangan, pasti kita proses,” tandasnya.

Baca:  Kejari Gresik Mempetieskan Kasus Korupsi UNMUH

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Bambang Utoyo SH membantah pihaknya telah menghilangkan ratusan kubik kayu hasil rampasan perkara kayu illegal. Apalagi menjualnya, katanya. Namun, dia mengakui terjadinya penyusutan barang bukti (BB) itu senilai Rp 300 juta.

Bantahan itu disampaikan Bambang di kantornya, Selasa (22/1), meski fakta di lapangan tidak bisa dia pungkiri. Alasan bila dirinya belum bertugas di Gresik ketika kasus pembalakan liar itu disidangkan pada 2009, dia ungkapkan berulang-ulang. Dia resmi menjadi Kajari Gresik pada 2010. “Saat saya masuk Gresik, jumlah BB kayunya (barang bukti, red) ya segitu,” katanya memberi alasan.

Bahkan, lanjut Bambang, tidak menutup kemungkinan bila instansi penegak hukum lain berperan dengan raibnya ratusan kubik kayu tersebut. Dua instansi itu adalah pihak kepolisian selaku penyidik, dan pengadilan selaku pemutus perkara. “Kita kan gak tahu jumlahnya. Angka yang tertera itu kan hanya bersifat administrasi. Kita kan gak ngitung jumlah pastinya,” katanya lagi.

Baca:  Kejari Gresik Menghentikan Penyelidikan Korupsi DAK

Bambang mengakui bila ada berita acara penyerahan barang bukti dari penyidik ke anak buahnya saat pelimpahan berkas dan tersangka (tahap 2). Tapi, katanya, proses itu tidak menjamin kepastian jumlah barang bukti yang diserahkan karena tidak dilakukan penghitungan.

Bambang mengaku, dirinya baru mengetahui kekurangan jumlah barang bukti kayu rampasan tersebut setelah pihak kehutanan diminta untuk menghitung ulang. “Permintaan hitung ulang dilakukan karena BB itu akan kami lelang,” ujarnya. Namun apapun bantahan yang disampaikan Bambang bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Pasalnya, ratusan kubik kayu hasil sitaan untuk negara yang ditaksir seharga Rp 300 juta telah raib dari tempat penyimpanannya. (sbypagi/ edtr:anang)

Baca:  Kejari Gresik Sosialisasi Penggunaan Dana Desa ke Para Kades

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman