Home » Gresik » Kekeringan di Kabupaten Gresik Kian Parah

Kekeringan di Kabupaten Gresik Kian Parah

kekeringan gresikKekeringan di Kabupaten Gresik yang melanda 12 kecamatan tidak menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Kemarau panjang serta menipisnya persediaan air bersih membuat warga panik mancari air bersih. TIDAK hanya warga kota saja yang kerepotan untuk mandi, warga di 12 kecamatan juga  mengalami hal serupa. Kekeringan yang melanda awal bulan Juni tahun ini memang membuat warga merasa kesal dikarenakan mereka tidak memperoleh air untuk minum.

Sejumlah embung dan waduk yang selama ini digunakan sebagai sumber persediaan air terus mengering. Ada 8 waduk yang kondisinya sudahmengering saat ini seperti waduk Banjar Anyar atau waduk Bunder di Kecamatan Kebomas. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga berharap pada bantuan pemerintah. Seperti yang dilakukan PMI Gresik yang melakukan droping air di sejumlah daerah. Dua truk tangki air bantuan PMI terus menggelontor air ke beberapa wilayah.

Salahsatunya di Desa Betoro Guci Kecamatan Manyar Gresik. Kekeringan di Kabupaten Gresik sudah mulai di rasakan oleh sejumlah masyarakat yang ada di pedesaan. Dari data sementara tercatat ada 12 kecamatan di Gresik yang dilanda kekeringan. Sementara itu Camat Manyar Jaerudin saat dihubungi mengaku ada 6 desa yang berada di Manyar yang alami kekeringan hebat. “Ada 6 desa yaitu Sumberejo, Karangrejo, Ngampel,  Betoroguci, Banyuwangi dan Tanggulrejo yang alami kekeringan,” katanya.

Baca:  Pencemaran Minyak di Gresik Sudah Membahayakan Ekosistem

Lebih lanjut Jaerudin mengatakan telah meminta bantuan ke Pemkab Gresik untuk meminta bantuan air bersih. “Katanya sudah disiapkan 500 truk
tangki air bersih untuk Gresik, jadi kami tidak khawatir lagi dan saya rasa teratasi,” pungkasnya. Kedatangan air tangki disambut antusias warga. Mereka rela antre di depan kampung untuk mendapatkan air bersih. Begitu truk air tiba di kawasan ini, warga langsung menyerbu. Mereka berebut air bersih bantuan dari Pemda Kabupaten Gresik. Dengan tertib para warga yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga berjejer dengan membawa
beberapa bak besar.

Seperti yang dilakukan oleh Munifah (40) yang dibantu oleh suaminya membawa tong plastik besar. “Kami membawa sebanyak ini peralatan untuk
menampung karena bantuan pemberian air bersih cuma sekali dalam setahun,” katanya yang diiyakan warga lainnya. Menurut Munifah yang mengaku penduduk asli Betoro Guci seingatnya bahwa pemerintah baru dua kali berikan air bersih. Warga berharap bantuan air bersih dari pemerintah dilakukan setiap hari, pasalnya sumur mereka sudah lama kering akibat musim kemarau beberapa bulan terakhir.

Baca:  Puluhan Desa di Gresik Mengalami Kekeringan

“Sama dengan tahun kemarin, kami cuma diberikan satu truk tangki saja untuk satu RT,” ujarnya. Benar saja, ribuan liter air di dalam satu tangki mobil tidak memerlukan waktu lama untuk berpindah tempat. Setelah truk PMI ini berhenti warga langsung menyerbu dan berebut bantuan air bersih tersebut. Kekeringan di Kabupaten Gresik Semakin hari semakin kritis, warga berharap agar (rdrgrsk)

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *