Home » Nasional » Keluarga JK Bertemu Bos Freeport, Publik Merasa Dikibuli?

Keluarga JK Bertemu Bos Freeport, Publik Merasa Dikibuli?

Keluarga JK Bertemu Bos Freeport, Publik Merasa Dikibuli?. Pertemuan Keluarga JK  yaitu Aksa Mahmud dan Erwin Aksa dengan Chairman of Board Freeport-McMoran James R Moffet alias Jim Bob menuai kecaman.

Diam-diam bos PT Freeport Jim Bob alias James R Moffet bertemu dengan keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Aksa Mahmud Jusuf yang merupakan ipar dari JK, dan Erwin Aksa selaku yang menjadi keponakan JK. Pertemuan tersebut diduga untuk memuluskan kontrak kerya PT Freeport yang akan habis pada 2021.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya Andre Rosiane mengatakan, pertemuan itu tersebut tepatnya dilakukan di Kantor Bosowa, Gedung Menara Karya, lantai 10, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

“Jadi si Jim Bob ini diam-diam menemui mereka, saya ada saksinya. Jadi Jim Bob ini bukan saja menemui Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Polhukam),” ujarnya kepada Okezone, Jumat (18/12/2015).

Dia mengaku heran, mengapa Jim Bob lebih memilih bertemu kepada keluarga JK, bukan yang lebih berwenang yakni pemerintah dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karenanya dia curiga ada lobi-lobi di belakang dalam kasus PT Freeport ini.

Baca:  10 Daftar Nama dan Kronologi Penangkapan Terduga Makar

“Kan harusnya Jim Bob ini bertemu dengan Menteri ESDM Sudirman Said, atau ketemu dengan Presiden Jokowi, ini kayak ada lobi-lobi ini kan aneh. Mereka bukan siapa-siapa malah ditemui,” katanya.

“Jadi memang freeport ini memang kemana-mana bukan hanya ke Luhut,” tambahnya.

Pertemuan tersebut dikatakannya dihelat sebelum Ketua DPR Setya Novanto Bertemu dengan Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, 8 Juni 2015.

Karenanya, Andre mengaku siap dikonfrontir dengan siapapun apabila keterangannya itu paslu. Pasalnya dia memiliki saksi kunci jika keluarga dari Wapres JK bertemu dengan Jim Bob. Terlebih kata dia, jika Panitia Khusus (Pansus) PT Freeport sudah terbentuk di DPR, dia akan membeberkan pertemuan itu.

“Kita akan bukyikan nanti di Pansus, kalau misalkan keluarga JK melaporkan saya, saya sudah meyiapkan saksi. Tapi nama saksi saya tidak bisa sebutkan,” pungkasnya.

Dikutip dari laman Rimanews, Pertemuan diam-diam Chairman of Board Freeport-McMoran James R Moffet alias Jim Bob dengan keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dinilai telah melukai nurani publik. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif POINT Indonesia, Karel Susetyo.

Baca:  TNI dan Polri Siap Hadang Demo 2 Desember, Aktor Politik Sudah Dilacak

“Jelas ini melukai nurani publik, harus diingat bahwa negara bukan milik segelintir orang saja,” kata Karel Susetyo, Jumat (18/12/2015) malam.

Pertemuan tersebut, lanjut Karel, memicu gunjingan dan pertanyaan besar publik yang saat ini sedang ‘mempelototi’ Freeport.

“Keluarga JK dalam kapasitas apa bertemu dengan Freeport? Pertanyaan besar ini harus dijawab secara jujur,” ucapnya.

Dia juga mendesak untuk membongkar pihak-pihak yang bersekongkol untuk membantu Freeport yang tetap menjarah tanah Papua tanpa tebang pilih.

“Semua pihak yang menjadi bagian dari kolaborator Freeport harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

 

JK: Apa Salahnya Keluarga Saya Ketemu Freeport?

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membenarkan ada pertemuan oleh sejumlah keluarganya yaitu Aksa Mahmud dan Erwin Aksa dengan Chairman of Board Freeport-McMoran James R Moffet alias Jim Bob.

Wapres yang akrab disapa JK itu menegaskan pertemuan antara keluarganya dengan Bos Freeport-McMoran itu berdasarkan Bisnis to Bisnis, sehingga tak perlu ada yang dicurigai dari pertemuan tersebut.

Baca:  SMRC Prediksi Ahok-Djarot dan Anies-Sandi Lolos Putaran Kedua

“Itu kan pertemuan bisnis to bisnis, boleh saja. Apa yang salah? Kita kembali ke zaman kuno tidak boleh pengusaha ketemu pengusaha?” kata JK, ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jumat (18/12/2015).

Namun, JK mengaku tidak mengetahui apakah dalam pertemuan itu ada lobi-lobi politik terkait Freeport. Dia bahkan menantan media untuk membuktikan jika benar ada lobi dalam pertemuan tersebut.

“Ah saya tidak tahu, dua duanya pengusaha. Masa tidak boleh. Selidiki aja, bagus itu. Makin diselidiki makin baik buat dunia ini berkembang,” ujar pengusaha berdarah Makassar itu.

Meski begitu, Wapres menyayangkan selalu ada kecurigaan setiap kali ada perusahaan asing bertemu dengan pengusaha Indonesia. “Masa pengusaha Amerika tidak bisa bertemu pengusaha Indonesia. Masa dalam Amerika saja,” tandas mantan Ketum Golkar itu.

 

Rimanews | Okezone

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *